Risos AI Risos AI
Ketik untuk mencari Cari di analisis, proyek riset, dan sesi chat Anda.
Notifikasi
Memuat…
U

Modul 1 · Apa yang Sebenarnya Direncanakan dalam Pemasaran Digital

  • Membedakan dokumen rencana pemasaran digital dari kalender konten dan dari daftar anggaran belanja iklan, dengan menunjuk bagian yang hilang pada masing-masing dokumen
  • Menguraikan enam bagian dokumen rencana pemasaran digital dan menjelaskan hubungan sebab-akibat antarbagiannya
  • Merumuskan lima pertanyaan kelayakan yang harus terjawab sebelum satu kegiatan pemasaran dijalankan
  • Menerapkan kelima pertanyaan kelayakan pada kegiatan pemasaran nyata dan memutuskan kegiatan itu layak dijalankan atau belum
  • Mengevaluasi hasil satu bulan belanja iklan per saluran dan menentukan keputusan lanjut atau hentikan berdasarkan aturan yang sudah ditulis lebih dulu

Bimbingan suara untuk modul ini

Bahas modul ini langsung dengan Renata Siahaan, jelaskan bagian yang belum jelas dan tanya-jawab sampai paham.

pengantar · 10 menit

Iklan jalan terus, tapi tidak ada yang tahu iklan mana yang bekerja

Masalah yang mungkin sudah kamu alami

Ada satu pola yang berulang di banyak usaha kecil. Pemiliknya rajin. Ia mengunggah foto produk hampir setiap hari, sesekali menaikkan iklan berbayar, ikut promo di lapak pesan-antar, dan membalas pesan sampai larut. Uang keluar setiap bulan untuk iklan. Pesanan memang datang. Tetapi kalau ditanya, "Dari semua yang kamu kerjakan bulan ini, yang mana yang benar-benar mendatangkan pesanan?", jawabannya biasanya sama: tidak tahu pasti, tapi rasanya iklan membantu.

Perasaan itu bukan kemalasan. Ia muncul karena memang tidak ada satu pun catatan yang bisa memisahkan pesanan yang datang karena iklan dari pesanan yang tetap akan datang meskipun iklan dimatikan. Selama pemisahan itu tidak ada, semua angka bulanan tampak menyenangkan dan tidak satu pun bisa dipakai untuk mengambil keputusan.

Kasus yang akan menemani kita sepanjang modul

Sepanjang modul ini kita akan membedah satu kasus: Dapur Kirana, toko kue rumahan di Bekasi Timur yang menerima pesanan kue ulang tahun dan hantaran. Semua nama, angka, dan tanggal dalam kasus ini adalah rekaan yang dibuat khusus untuk keperluan belajar, bukan data lapangan, dan tidak boleh dikutip sebagai fakta usaha mana pun.

Dapur Kirana punya dua saluran berbayar: iklan berbayar di media sosial, dan biaya promo di lapak pesan-antar makanan. Setiap bulan ada uang yang keluar untuk keduanya. Setiap bulan pesanan masuk. Setiap bulan pemiliknya menduga-duga.

Pada bulan Maret 2026 belanja iklannya Rp1.500.000 dan pesanan yang masuk 46. Pada April 2026 ia menaikkan belanja menjadi Rp1.700.000 dan pesanan naik menjadi 51. Sekilas, kesimpulannya gampang: iklan dinaikkan, pesanan naik, berarti berhasil. Di Unit 3 kita akan menghitung pelan-pelan apakah kesimpulan itu benar-benar bisa ditarik dari angka tersebut. Bocorannya: tidak bisa, dan alasannya bukan soal matematika, melainkan soal ada bagian dokumen yang tidak pernah ditulis.

Kenapa "punya kalender konten" belum berarti "punya rencana"

Kalau kamu tanya pemilik usaha kecil apakah ia punya rencana pemasaran, banyak yang akan menunjukkan dua hal: sebuah tabel berisi tanggal dan tema unggahan untuk beberapa minggu ke depan, atau sebuah catatan berisi nama saluran iklan dan nominal rupiah per bulan.

Keduanya berguna. Keduanya bukan rencana.

Tabel tanggal-dan-tema menjawab pertanyaan kapan aku mengerjakan apa. Catatan nominal menjawab berapa uang yang keluar ke mana. Tidak satu pun dari keduanya menjawab hasil apa yang sedang dikejar, siapa yang mau dijangkau, dan bagaimana nanti aku tahu ini berhasil atau tidak. Itulah sebabnya usaha bisa terasa sibuk sekaligus buntu: pekerjaannya jelas, hasilnya tidak pernah bisa dinilai.

Di Unit 2 kita akan menguraikan enam bagian yang membentuk dokumen rencana, dan melihat bagaimana bagian yang satu menentukan bagian berikutnya. Di Unit 5 kamu akan menerima kerangka dokumen itu dan mulai mengisinya, sedikit demi sedikit, sepanjang kelas, bukan sekaligus hari ini.

Apa yang akan kamu bisa lakukan setelah modul ini

Tiga hal, dan ketiganya bisa langsung diuji pada usahamu sendiri.

Pertama, kamu bisa melihat sebuah berkas dan menyebut dengan tepat bagian mana yang hilang sehingga berkas itu belum layak disebut rencana. Kedua, kamu bisa menjelaskan mengapa bagian "pembeli yang dituju" harus terisi sebelum bagian "saluran", bukan sebaliknya. Ketiga, kamu punya lima pertanyaan pendek yang bisa kamu ajukan pada kegiatan pemasaran apa pun sebelum uang dan waktu dikeluarkan, dan kamu bisa memutuskan kegiatan itu layak jalan atau perlu diperbaiki dulu.

Modul ini tidak akan mengajarkan trik iklan. Ia mengajarkan cara menyusun dokumen yang membuat trik apa pun bisa dinilai.

Slide 1

Pertanyaan yang sering tidak terjawab

  • Uang iklan keluar tiap bulan
  • Pesanan masuk tiap bulan
  • Iklan mana yang menghasilkan? Tidak tahu
Minta dua atau tiga peserta menyebutkan berapa belanja iklan mereka bulan lalu, lalu tanyakan apakah mereka bisa memilah pesanannya. Jangan dikomentari dulu.
Slide 2

Kasus modul ini: Dapur Kirana

  • Toko kue rumahan, Bekasi Timur
  • Dua saluran berbayar: media sosial dan lapak pesan-antar
  • Semua angka adalah rekaan untuk belajar
Tekankan status rekaan angka di depan, supaya tidak ada peserta yang mengutipnya sebagai data pasar.
Slide 3

Angka awal yang menggoda

  • Maret: belanja Rp1.500.000, 46 pesanan
  • April: belanja Rp1.700.000, 51 pesanan
  • Kesimpulan cepat: iklan berhasil?
Biarkan peserta menjawab 'berhasil'. Katakan bahwa Unit 3 akan menghitungnya pelan-pelan; jangan koreksi sekarang.
Slide 4

Dua berkas yang sering dikira rencana

  • Kalender konten: kapan mengerjakan apa
  • Daftar anggaran: berapa uang ke mana
  • Keduanya berguna, keduanya belum rencana
Tanyakan siapa yang punya salah satu berkas ini. Biasanya banyak, itu justru pembuka yang baik.
Slide 5

Yang akan kamu bisa lakukan

  • Menunjuk bagian yang hilang pada sebuah berkas
  • Menjelaskan urutan sebab antarbagian rencana
  • Memutuskan satu kegiatan layak jalan atau belum
Sambungkan ke Unit 5: kerangka dokumen akan dibagikan di sana dan diisi bertahap sepanjang kelas.
kuliah · 25 menit

Rencana adalah rantai sebab, bukan daftar pekerjaan

Gagasan besar unit ini

Daftar kegiatan menjawab pertanyaan apa yang akan aku kerjakan. Rencana menjawab pertanyaan yang jauh lebih sulit: mengapa pekerjaan ini yang aku pilih, dan bagaimana nanti aku tahu pilihanku benar. Perbedaannya bukan pada kerapian tabel, melainkan pada ada atau tidaknya rantai sebab, jalur yang bisa ditelusuri dari sasaran usaha turun ke satu kegiatan konkret, lalu naik lagi ke angka yang akan dinilai pada tanggal tertentu.

Tiga penanda dokumen rencana

Untuk memeriksa sebuah berkas, kamu cukup mencari tiga penanda ini.

Penanda pertama: ada hasil yang dikejar, bukan cuma kegiatan yang akan dilakukan. "Mengunggah tiga kali seminggu" adalah kegiatan. "Pesanan dari pembeli baru naik dari 31 menjadi 40 per bulan pada Agustus" adalah hasil. Hasil selalu punya angka awal, angka tujuan, dan tenggat.

Penanda kedua: tiap kegiatan bisa ditelusuri sampai ke sasaran. Kalau kamu menunjuk satu baris di dokumen dan bertanya "ini menopang sasaran yang mana?", harus ada jawabannya secara tertulis. Kegiatan yang tidak bisa ditelusuri ke sasaran mana pun adalah kegiatan yang sedang menghabiskan waktu dan uang tanpa penanggung jawab.

Penanda ketiga: ada aturan berhenti. Dokumen menyebut tanggal kapan hasil dinilai dan ambang berapa yang membuat sebuah kegiatan diteruskan atau dihentikan. Tanpa ini, kegiatan yang buruk bisa hidup selamanya karena tidak pernah ada momen resmi untuk membunuhnya.

Enam bagian dokumen rencana

Rantai sebab tadi berwujud enam bagian yang saling mengunci. Urutannya bukan hiasan; tiap bagian menjadi bahan baku bagi bagian sesudahnya.

1. Sasaran usaha. Hasil berangka dengan tenggat. Contoh: pesanan dari pembeli baru naik dari 31 menjadi 40 per bulan pada Agustus 2026.

2. Pembeli yang dituju. Siapa orangnya, apa yang sedang ia cari, dan di mana ia biasanya mencarinya. Bukan "semua orang yang suka kue", melainkan gambaran yang cukup sempit untuk bisa dibantah.

3. Tawaran dan pesan. Apa yang kita janjikan kepada orang itu, dan alasan yang membuatnya memilih kita dibanding pilihan lain yang sudah ada di tangannya.

4. Saluran dan peran tiap saluran. Di mana pesan itu ditaruh, dan apa tugas masing-masing tempat. Satu saluran mungkin bertugas memperkenalkan, saluran lain bertugas menerima pesanan. Peran yang tidak ditulis membuat kita menilai semua saluran dengan ukuran yang sama padahal tugasnya berbeda.

5. Anggaran dan pembagiannya. Berapa uang yang tersedia dan bagaimana dibagi ke tiap saluran, beserta alasan pembagiannya.

6. Cara mengukur dan tanggal keputusan. Bagaimana kita mengenali pesanan yang datang dari tiap saluran, kapan hasilnya dinilai, dan ambang apa yang memicu keputusan lanjut atau hentikan.

Rantai sebabnya

Baca enam bagian itu sebagai kalimat bersambung: sasaran menentukan siapa yang harus dijangkau; siapa yang dijangkau menentukan pesan apa yang masuk akal; pesan menentukan saluran mana yang cocok; saluran menentukan ke mana uang dibagi; dan cara mengukur menentukan apakah kita boleh percaya pada hasilnya, yang kemudian mengoreksi sasaran periode berikutnya.

Akibatnya, kerusakan di satu bagian merembet ke bawah. Kalau bagian pembeli kosong, pesan disusun berdasarkan selera pemilik, saluran dipilih karena sedang ramai dibicarakan, dan anggaran dibagi berdasarkan tebakan. Semuanya masih bisa dikerjakan, itulah bahayanya. Pekerjaannya berjalan mulus, hanya hasilnya yang tidak bisa dinilai.

Menunjuk bagian yang hilang

Sekarang kita bisa memeriksa dua berkas yang paling sering dikira rencana.

Kalender konten biasanya mengisi sebagian bagian 3 dan bagian 4: ia menyebut isi unggahan dan tempat menaruhnya, lengkap dengan tanggal. Yang hilang adalah bagian 1, bagian 2, dan bagian 6. Karena itu kalender konten bisa dijalankan dengan disiplin selama berbulan-bulan tanpa seorang pun bisa mengatakan apakah usahanya bertambah baik.

Daftar anggaran belanja iklan mengisi bagian 5, dan menyinggung bagian 4 sejauh menyebut nama salurannya. Yang hilang adalah bagian 1, bagian 2, bagian 3, dan bagian 6. Daftar semacam ini bisa menjawab "uangnya ke mana" dengan sangat rapi, tetapi tidak pernah bisa menjawab "uangnya menghasilkan apa".

Perhatikan bahwa bagian 6 hilang pada keduanya. Itu bukan kebetulan. Bagian 6 adalah satu-satunya bagian yang tidak menghasilkan pekerjaan terlihat, sehingga ia paling sering dilewati, dan justru bagian itulah yang mengubah kegiatan menjadi sesuatu yang bisa dinilai.

Slide 1

Daftar kegiatan vs rencana

  • Daftar: apa yang akan dikerjakan
  • Rencana: kenapa itu dipilih, bagaimana dinilai
  • Pembedanya: ada rantai sebab
Tulis dua kolom di papan dan biarkan kosong; isi bersama peserta selama slide berikutnya.
Slide 2

Tiga penanda dokumen rencana

  • Ada hasil berangka, bukan cuma kegiatan
  • Tiap kegiatan bisa ditelusuri ke sasaran
  • Ada aturan berhenti: tanggal dan ambang
Pastikan peserta menyalin tiga penanda ini; dipakai lagi di Unit 3 dan Unit 5.
Slide 3

Enam bagian (1-3)

  • Sasaran usaha: angka awal, angka tujuan, tenggat
  • Pembeli yang dituju: cukup sempit untuk dibantah
  • Tawaran dan pesan: kenapa kita, bukan yang lain
Tekankan kata 'cukup sempit untuk dibantah', ini yang membedakan gambaran pembeli dari basa-basi.
Slide 4

Enam bagian (4-6)

  • Saluran dan peran tiap saluran
  • Anggaran dan pembagiannya
  • Cara mengukur dan tanggal keputusan
Bagian 6 akan jadi tumpuan Unit 3; sebutkan bahwa bagian inilah yang paling sering dilewati.
Slide 5

Rantai sebabnya

  • Sasaran → pembeli → pesan → saluran → anggaran
  • Cara mengukur mengoreksi sasaran berikutnya
  • Bagian kosong di atas merusak semua di bawah
Gambar panah satu arah, lalu satu panah balik dari bagian 6 ke bagian 1. Jangan dibuat rumit.
Slide 6

Yang hilang dari kalender konten

  • Terisi: sebagian pesan dan saluran
  • Hilang: sasaran, pembeli, cara mengukur
  • Bisa disiplin berbulan-bulan tanpa bisa dinilai
Kalau ada peserta membawa kalender kontennya, pinjam satu dan periksa bersama di layar.
Slide 7

Yang hilang dari daftar anggaran

  • Terisi: anggaran, sebagian nama saluran
  • Hilang: sasaran, pembeli, pesan, cara mengukur
  • Menjawab 'uangnya ke mana', bukan 'menghasilkan apa'
Tutup dengan pengamatan bahwa bagian 6 hilang di kedua berkas, itu jembatan ke Unit 3.
studi kasus · 20 menit

Membedah Dapur Kirana: tujuh langkah dari dugaan ke angka

Sebelum mulai

Seluruh angka, nama, dan tanggal di bawah ini adalah rekaan yang disusun untuk keperluan latihan. Yang perlu kamu tiru bukan angkanya, melainkan urutan langkahnya. Kita akan mengerjakannya tujuh langkah, pelan-pelan.

Satu bilangan dipakai berulang di seluruh perhitungan: laba kotor Dapur Kirana adalah Rp55.000 per pesanan, yaitu sisa setelah bahan, kemasan, dan ongkos antar dipotong. Kita pakai laba kotor, bukan omzet, karena omzet tidak bisa dibandingkan langsung dengan belanja iklan.

Langkah 1: Kumpulkan angka apa adanya

Bulan Iklan media sosial Promo lapak pesan-antar Total belanja Pesanan masuk
Maret 2026 Rp900.000 Rp600.000 Rp1.500.000 46
April 2026 Rp1.100.000 Rp600.000 Rp1.700.000 51

Belanja naik Rp200.000. Pesanan naik 5.

Langkah 2: Hitung sisa setelah belanja iklan

Maret: 46 × Rp55.000 = Rp2.530.000. Dikurangi Rp1.500.000, sisa Rp1.030.000.

April: 51 × Rp55.000 = Rp2.805.000. Dikurangi Rp1.700.000, sisa Rp1.105.000.

Selisih sisa dua bulan: Rp1.105.000 − Rp1.030.000 = Rp75.000. Jadi tambahan belanja Rp200.000 disertai tambahan laba kotor Rp275.000, dan bersihnya usaha ini Rp75.000 lebih baik.

Langkah 3: Uji tafsirannya

Kesimpulan yang tergoda muncul di sini: iklan dinaikkan, hasilnya membaik, lanjutkan. Sekarang pertanyaannya: dari 51 pesanan April, berapa yang datang karena iklan?

Tidak ada yang tahu. Semua pesanan masuk ke satu nomor WhatsApp yang sama, nomor yang juga dipakai pelanggan lama, tetangga, dan orang yang mendapat rekomendasi dari teman. April 2026 juga bulan menjelang libur sekolah, saat pesanan hantaran biasanya naik dengan sendirinya. Kenaikan 5 pesanan itu bisa datang dari iklan, bisa dari musim, bisa dari mulut ke mulut, dan tidak ada cara memisahkannya secara surut.

Inilah bentuk konkret dari bagian 6 yang hilang: cara mengukur tidak dipasang sebelum uang dibelanjakan, sehingga datanya sudah telanjur tercampur.

Langkah 4: Pasang pembeda asal, lalu jalankan sebulan

Untuk bulan Mei 2026, Dapur Kirana memasang dua penanda sederhana dan tidak mengubah belanja iklannya sama sekali (tetap Rp1.100.000 dan Rp600.000, total Rp1.700.000), supaya perbandingannya bersih:

  1. Nomor WhatsApp kedua yang hanya dicantumkan di iklan media sosial. Nomor ini bisa saja menyebar lewat pesan yang diteruskan, jadi angkanya dibaca sebagai perkiraan yang wajar, bukan hitungan mutlak.
  2. Satu pertanyaan pembuka yang ditanyakan ke setiap pemesan: "Boleh tahu, tahu Dapur Kirana dari mana?" Jawabannya dicatat di kolom tambahan pada buku pesanan.

Dua penanda ini saling menutupi kelemahan masing-masing.

Langkah 5: Pilah pesanan Mei

Mei 2026 masuk 53 pesanan, terpilah begini:

  • 19 lewat nomor WhatsApp kedua → iklan media sosial
  • 12 masuk melalui lapak pesan-antar
  • 22 dari pelanggan lama dan rekomendasi teman (nomor lama, jawaban pertanyaan pembuka menyebut kenalan atau pernah pesan)

Periksa: 19 + 12 + 22 = 53. ✔

Langkah 6: Hitung per saluran, bukan per bulan

Iklan media sosial: 19 × Rp55.000 = Rp1.045.000, biaya Rp1.100.000 → kurang Rp55.000.

Lapak pesan-antar: 12 × Rp55.000 = Rp660.000, biaya Rp600.000 → lebih Rp60.000.

Pelanggan lama dan rekomendasi: 22 × Rp55.000 = Rp1.210.000, tanpa biaya iklan.

Total laba kotor Mei: 53 × Rp55.000 = Rp2.915.000. Dikurangi belanja Rp1.700.000, sisa Rp1.215.000, angka bulanan yang tampak sehat.

Di situlah letak jebakannya. Angka bulanan yang sehat itu ditopang oleh 22 pesanan yang datang tanpa biaya iklan sepeser pun. Dua saluran berbayar bersama-sama hanya menghasilkan Rp1.045.000 + Rp660.000 = Rp1.705.000 terhadap belanja Rp1.700.000, praktis impas. Selama tiga bulan, sisa bulanan yang menyenangkan itu membuat pemiliknya yakin iklannya bekerja.

Langkah 7: Tunjuk bagian yang selama ini hilang

Dapur Kirana sebenarnya punya kalender konten yang rapi dan catatan belanja iklan yang tertib. Yang tidak pernah ia punya: sasaran berangka, gambaran pembeli yang dituju, dan cara mengukur beserta tanggal keputusan.

Maka rencana yang disusun awal Juni 2026 dimulai dari bagian-bagian itu. Sasarannya: pesanan dari pembeli baru naik dari 31 per bulan (angka Mei: 19 + 12) menjadi 40 per bulan pada Agustus 2026. Hasilnya ditinjau setiap tanggal 5, menilai bulan yang baru lewat: peninjauan 5 Juli menilai Juni, 5 Agustus menilai Juli, dan penilaian akhir sasaran dilakukan pada peninjauan 5 September 2026 yang menilai bulan Agustus.

Aturan berhentinya: bila pada dua peninjauan berturut-turut laba kotor dari pesanan bertanda satu saluran lebih kecil daripada biaya saluran itu, saluran tersebut dihentikan dan anggarannya dipindahkan ke saluran yang menutup biayanya. Angka Mei sudah memberi peringatan pertama pada iklan media sosial, tetapi satu bulan belum memicu keputusan apa pun.

Slide 1

Angka dasar dan aturan main

  • Semua angka rekaan untuk latihan
  • Laba kotor Rp55.000 per pesanan
  • Bandingkan laba kotor, bukan omzet
Jelaskan sekali mengapa omzet tidak boleh dibandingkan langsung dengan belanja iklan, lalu lanjut.
Slide 2

Maret dan April

  • Maret: Rp1.500.000 → 46 pesanan
  • April: Rp1.700.000 → 51 pesanan
  • Sisa membaik Rp75.000
Minta peserta menghitung sendiri 46 dikali 55.000 dan 51 dikali 55.000 sebelum angkanya ditampilkan.
Slide 3

Pertanyaan yang mematahkan kesimpulan

  • Dari 51 pesanan, berapa datang karena iklan?
  • Satu nomor untuk semua pesanan
  • April juga menjelang libur sekolah
Beri jeda beberapa detik setelah pertanyaan pertama sebelum menampilkan dua poin berikutnya.
Slide 4

Dua pembeda asal yang dipasang

  • Nomor WhatsApp kedua khusus iklan
  • Pertanyaan pembuka: tahu dari mana?
  • Belanja Mei sengaja tidak diubah
Tekankan bahwa nomor kedua bisa bocor lewat pesan diteruskan; itulah gunanya pertanyaan pembuka.
Slide 5

Pilahan Mei: 53 pesanan

  • 19 dari iklan media sosial
  • 12 dari lapak pesan-antar
  • 22 dari pelanggan lama dan rekomendasi
Tunjukkan penjumlahan 19 + 12 + 22 = 53 di layar; peserta perlu melihat angkanya menutup.
Slide 6

Hitung per saluran

  • Media sosial: Rp1.045.000 vs Rp1.100.000 → kurang
  • Lapak: Rp660.000 vs Rp600.000 → lebih
  • Dua saluran berbayar praktis impas
Ini puncak unit. Tahan slide ini lebih lama dari yang lain.
Slide 7

Sasaran dan aturan berhenti

  • Pembeli baru: 31 → 40 per bulan, Agustus 2026
  • Tinjau tiap tanggal 5; penilaian akhir 5 September
  • Hentikan setelah dua peninjauan di bawah biaya
Sebutkan bahwa angka Mei baru peringatan pertama, belum memicu keputusan. Ini dipakai lagi di Unit 5.
miskonsepsi · 15 menit

Lima salah paham yang membuat rencana tidak pernah jadi rencana

Berikut lima salah paham yang paling sering muncul pada orang yang baru menyusun rencana pemasaran digital. Tiap satu dikoreksi beserta alasannya, bukan sekadar dibantah.

Salah paham 1: "Aku sudah punya kalender konten, berarti aku sudah punya rencana."

Koreksi. Kalender konten mengisi sebagian bagian 3 (pesan) dan bagian 4 (saluran). Yang hilang adalah bagian 1 (sasaran), bagian 2 (pembeli yang dituju), dan bagian 6 (cara mengukur dan tanggal keputusan).

Alasannya. Kalender konten adalah jadwal pekerjaan. Ia bisa dijalankan dengan disiplin sempurna selama enam bulan, dan di akhir bulan keenam kamu masih tidak bisa menjawab apakah usahamu bertambah baik karenanya. Jadwal yang dipatuhi bukan bukti bahwa jadwalnya benar. Kalender konten yang baik justru lahir dari rencana, isinya ditentukan oleh siapa yang dituju dan pesan apa yang dijanjikan, bukan oleh tema yang sedang ramai.

Salah paham 2: "Anggaranku sudah dibagi rapi ke tiap saluran, jadi rencananya sudah ada."

Koreksi. Daftar anggaran mengisi bagian 5 dan menyebut nama saluran di bagian 4. Yang hilang adalah bagian 1, 2, 3, dan 6.

Alasannya. Pembagian anggaran adalah akibat, bukan sebab. Dalam rantai sebab, uang dibagi setelah kita tahu siapa yang dituju, pesan apa yang dipakai, dan saluran mana yang cocok. Kalau pembagian dilakukan lebih dulu, angka-angkanya pasti berasal dari kebiasaan bulan lalu atau dari tebakan. Yang lebih berbahaya: daftar anggaran memberi rasa terkendali yang keliru. Kamu tahu persis uangnya ke mana, dan justru karena itu kamu berhenti bertanya uangnya menghasilkan apa.

Salah paham 3: "Pesanan bulan ini naik, berarti iklanku berhasil."

Koreksi. Kenaikan jumlah pesanan tidak membuktikan apa pun tentang iklan selama pesanan yang datang dari iklan tidak bisa dipisahkan dari pesanan yang tetap akan datang.

Alasannya. Lihat kembali Dapur Kirana. Sisa setelah iklan pada Mei 2026 adalah Rp1.215.000, angka yang menyenangkan. Tetapi setelah dipilah, dua saluran berbayarnya menghasilkan Rp1.705.000 terhadap belanja Rp1.700.000, praktis impas; yang menopang angka bulanan itu adalah 22 pesanan dari pelanggan lama dan rekomendasi yang tidak memakan biaya iklan. Angka gabungan menyembunyikan saluran yang merugi di balik saluran yang menguntungkan. Musim, hari besar, dan mulut ke mulut juga menaikkan pesanan tanpa bantuan iklan.

Salah paham 4: "Sasaranku adalah usahaku lebih dikenal orang."

Koreksi. "Lebih dikenal" belum bisa dipakai sebagai sasaran karena tidak ada angka awalnya, tidak ada angka tujuannya, dan tidak ada tenggatnya, sehingga tidak ada keadaan yang bisa menyatakannya gagal.

Alasannya. Sasaran punya satu tugas praktis: menjadi alat pemutus. Pada tanggal peninjauan, kamu harus bisa mengatakan "tercapai" atau "tidak tercapai" tanpa berdebat. Sasaran yang tidak bisa gagal tidak bisa memutuskan apa pun, dan kegiatan yang bersandar padanya akan hidup terus karena tidak ada dasar untuk menghentikannya. Perhatikan juga bahwa "lebih dikenal" bukan sasaran yang salah secara isi, ia hanya belum diterjemahkan. Terjemahannya bisa berupa jumlah pesanan dari pembeli baru per bulan, atau jumlah orang yang menghubungi lewat jalur tertentu.

Salah paham 5: "Dokumen rencananya harus lengkap dan matang dulu, baru boleh jalan."

Koreksi. Yang harus ada sebelum uang dibelanjakan bukan dokumen yang lengkap, melainkan bagian 1 dan bagian 6, sasaran dan cara mengukur. Bagian lain boleh diisi bertahap.

Alasannya. Menunggu dokumen sempurna menghasilkan dua kerugian sekaligus: kegiatan tertunda, dan ketika akhirnya jalan, isinya tetap tebakan karena belum ada data apa pun untuk mengoreksinya. Sebaliknya, cara mengukur harus terpasang sebelum kegiatan berjalan, bukan sesudah. Data yang telanjur tercampur tidak bisa dipilah surut, Dapur Kirana tidak bisa lagi mengetahui asal 51 pesanan Aprilnya, berapa pun rapi catatan yang ia buat sekarang. Inilah satu-satunya bagian yang benar-benar tidak boleh ditunda.

Slide 1

Salah paham 1: kalender konten

  • Yang terisi: sebagian pesan dan saluran
  • Yang hilang: sasaran, pembeli, cara mengukur
  • Jadwal dipatuhi bukan bukti jadwalnya benar
Tanyakan berapa peserta yang punya kalender konten tapi belum punya sasaran berangka.
Slide 2

Salah paham 2: anggaran sudah dibagi

  • Pembagian uang adalah akibat, bukan sebab
  • Yang hilang: sasaran, pembeli, pesan, cara mengukur
  • Memberi rasa terkendali yang keliru
Kaitkan ke rantai sebab Unit 2; tunjuk posisi bagian 5 di rantai itu.
Slide 3

Salah paham 3: pesanan naik berarti berhasil

  • Angka gabungan menyembunyikan saluran merugi
  • Mei: dua saluran berbayar praktis impas
  • Musim dan rekomendasi juga menaikkan pesanan
Kembalikan sebentar ke tabel Unit 3 kalau ada peserta yang belum yakin.
Slide 4

Salah paham 4: 'ingin lebih dikenal'

  • Tanpa angka awal, angka tujuan, dan tenggat
  • Sasaran yang tidak bisa gagal tidak memutuskan apa pun
  • Perlu diterjemahkan, bukan dibuang
Minta satu peserta menyebutkan sasarannya, lalu terjemahkan bersama di depan kelas.
Slide 5

Salah paham 5: tunggu sampai sempurna

  • Cukup bagian 1 dan 6 sebelum uang keluar
  • Bagian lain diisi bertahap
  • Data tercampur tidak bisa dipilah surut
Tutup unit dengan kalimat ini; ia menjadi jembatan langsung ke kerangka di Unit 5.
template · 20 menit

Kerangka dokumen dan lima pertanyaan kelayakan

Unit ini memberi dua alat. Alat pertama: kerangka enam bagian yang akan kamu isi sedikit demi sedikit sepanjang kelas. Alat kedua: lima pertanyaan kelayakan untuk menguji satu kegiatan sebelum dijalankan. Contoh isian di bawah memakai angka rekaan Dapur Kirana dari Unit 3.

Alat pertama: kerangka enam bagian

Bagian 1. Sasaran usaha
Format: [ukuran] naik dari [angka awal] menjadi [angka tujuan] pada [bulan/tahun].

Dapur Kirana: pesanan dari pembeli baru naik dari 31 per bulan (Mei 2026) menjadi 40 per bulan pada Agustus 2026.

Bagian 2. Pembeli yang dituju
Format: siapa orangnya, apa yang sedang ia cari, di mana ia biasanya mencari.

Dapur Kirana: orang dewasa di Bekasi Timur dan sekitarnya yang sedang menyiapkan ulang tahun anak dalam waktu kurang dari satu minggu, mencari lewat pencarian di media sosial dan lapak pesan-antar, dan menganggap kue toko besar terlalu mahal untuk acara kecil di rumah.

Bagian 3. Tawaran dan pesan
Format: apa yang dijanjikan, dan mengapa memilih kita.

Dapur Kirana: kue ulang tahun ukuran kecil dengan hiasan sesuai permintaan, bisa dipesan tiga hari sebelum acara, diantar sendiri di area Bekasi Timur.

Bagian 4. Saluran dan peran tiap saluran
Format: nama saluran, tugasnya apa.

Dapur Kirana: iklan media sosial, memperkenalkan ke orang yang belum kenal, mengarahkan ke nomor WhatsApp kedua. Lapak pesan-antar, menerima pesanan dari orang yang sudah sedang mencari kue.

Bagian 5. Anggaran dan pembagiannya
Format: total per bulan, pembagian, alasan pembagian.

Dapur Kirana: Rp1.700.000 per bulan, Rp1.100.000 iklan media sosial, Rp600.000 promo lapak. Pembagian dipertahankan sama seperti Mei 2026 agar hasil Juni bisa dibandingkan.

Bagian 6. Cara mengukur dan tanggal keputusan
Format: tanda pengenal asal pesanan, tanggal peninjauan, ambang lanjut atau hentikan.

Dapur Kirana: nomor WhatsApp kedua khusus iklan, ditambah pertanyaan pembuka "tahu Dapur Kirana dari mana?" pada setiap pemesan. Ditinjau setiap tanggal 5 untuk bulan yang baru lewat; penilaian akhir sasaran pada peninjauan 5 September 2026 yang menilai bulan Agustus. Ambang: bila pada dua peninjauan berturut-turut laba kotor dari pesanan bertanda satu saluran lebih kecil daripada biaya saluran itu, saluran dihentikan dan anggarannya dipindahkan.

Alat kedua: lima pertanyaan kelayakan

Ajukan lima pertanyaan ini pada satu kegiatan sebelum uang dan waktunya keluar. Kegiatan dinyatakan layak hanya bila kelimanya terjawab. Satu jawaban kosong sudah cukup untuk menunda.

  1. Kegiatan ini menopang sasaran yang mana?
  2. Siapa yang akan melihatnya, dan apakah dia termasuk pembeli yang kita tuju?
  3. Apa satu langkah yang kita minta dilakukan setelah dia melihat?
  4. Bagaimana kita mengenali pesanan yang datang dari kegiatan ini?
  5. Berapa biayanya, kapan tanggal keputusannya, dan apa ambang lanjut atau hentikannya?

Penerapan A: kegiatan yang dinyatakan layak

Kegiatan: iklan berbayar di media sosial menyasar orang dewasa dalam radius lima kilometer dari Bekasi Timur, Rp1.100.000 untuk bulan Juni 2026.

  1. Menopang sasaran yang mana? Sasaran bagian 1, pesanan pembeli baru menuju 40 per bulan pada Agustus 2026.
  2. Siapa yang melihat, apakah pembeli yang dituju? Orang dewasa di radius antar Dapur Kirana. Sebagian besar cocok dengan gambaran bagian 2; sebagian tidak sedang butuh kue. Cukup dekat untuk dijalankan.
  3. Satu langkah yang diminta? Menekan tombol pesan yang mengarah ke nomor WhatsApp kedua.
  4. Bagaimana mengenali pesanannya? Lewat nomor kedua, dikuatkan pertanyaan pembuka.
  5. Biaya, tanggal, ambang? Rp1.100.000 per bulan; ditinjau 5 Juli dan 5 Agustus 2026; dihentikan bila pada dua peninjauan berturut-turut laba kotor dari pesanan bertanda nomor kedua lebih kecil daripada Rp1.100.000.

Vonis: layak dijalankan. Kelima pertanyaan terjawab.

Penerapan B: kegiatan yang dinyatakan belum layak

Kegiatan: membuat akun video pendek baru dan mengunggah proses menghias kue setiap hari selama tiga bulan.

  1. Menopang sasaran yang mana? Diakui jujur oleh pemiliknya: belum jelas. Alasan sebenarnya adalah "pesaing juga melakukannya".
  2. Siapa yang melihat, apakah pembeli yang dituju? Penonton video menghias kue tersebar ke seluruh Indonesia, sementara Dapur Kirana hanya bisa mengantar di Bekasi Timur dan sekitarnya. Sebagian besar penonton tidak mungkin jadi pembeli.
  3. Satu langkah yang diminta? Tidak ada. Tidak ada nomor, tautan, atau ajakan apa pun di keterangan video.
  4. Bagaimana mengenali pesanannya? Tidak ada cara. Bila ada yang memesan, pesanannya akan masuk ke nomor lama dan bercampur.
  5. Biaya, tanggal, ambang? Uangnya nol, tetapi waktunya kira-kira satu jam per hari. Tidak ada tanggal keputusan dan tidak ada ambang.

Vonis: belum layak. Empat dari lima pertanyaan tidak terjawab. Perbaikan terkecil yang membuatnya layak: batasi ke satu unggahan per minggu selama enam minggu, cantumkan nomor WhatsApp kedua di keterangan, dan tetapkan satu tanggal peninjauan dengan ambang berupa jumlah minimum pesanan bertanda yang harus masuk. Setelah itu, ajukan kelima pertanyaan sekali lagi.

Tugas mandiri

Salin kerangka enam bagian ke berkas milikmu. Isi bagian 1 dan bagian 6 sekarang untuk usahamu sendiri, dua bagian itu yang tidak boleh menunggu. Lalu pilih satu kegiatan yang sedang kamu jalankan hari ini, ajukan kelima pertanyaan, dan tuliskan vonisnya dalam satu kata: layak, atau belum.

Slide 1

Dua alat dari unit ini

  • Kerangka enam bagian untuk diisi bertahap
  • Lima pertanyaan kelayakan untuk tiap kegiatan
  • Contoh isian memakai angka rekaan
Bagikan berkas kerangka sebelum slide berikutnya supaya peserta bisa langsung mengikuti.
Slide 2

Kerangka bagian 1-3

  • Sasaran: angka awal, angka tujuan, tenggat
  • Pembeli: siapa, mencari apa, mencari di mana
  • Tawaran: apa yang dijanjikan, kenapa kita
Bacakan contoh bagian 2 Dapur Kirana utuh; peserta biasanya menulis gambaran pembeli terlalu longgar.
Slide 3

Kerangka bagian 4-6

  • Saluran: nama dan tugasnya masing-masing
  • Anggaran: total, pembagian, alasan
  • Cara mengukur: tanda asal, tanggal, ambang
Tekankan bahwa alasan pembagian anggaran wajib ditulis, sependek apa pun.
Slide 4

Lima pertanyaan kelayakan

  • Menopang sasaran yang mana?
  • Siapa yang melihat, apakah pembeli kita?
  • Langkah apa yang diminta?
  • Bagaimana mengenali pesanannya?
  • Biaya, tanggal keputusan, ambang?
Minta peserta menyalin kelimanya ke tempat yang mudah dibuka, bukan ke catatan kelas.
Slide 5

Penerapan A: layak

  • Iklan media sosial radius lima kilometer
  • Nomor WhatsApp kedua sebagai penanda asal
  • Tinjau 5 Juli dan 5 Agustus 2026
Tunjukkan bahwa jawaban pertanyaan kedua tidak sempurna, tapi cukup, kesempurnaan bukan syarat.
Slide 6

Penerapan B: belum layak

  • Unggah video harian tanpa sasaran
  • Penonton nasional, antar hanya Bekasi Timur
  • Empat dari lima pertanyaan tidak terjawab
Tanyakan dulu ke peserta pertanyaan mana yang gagal, sebelum menampilkan vonisnya.
Slide 7

Tugas mandiri

  • Isi bagian 1 dan bagian 6 sekarang
  • Uji satu kegiatan yang sedang berjalan
  • Tulis vonisnya: layak atau belum
Sediakan waktu sepuluh menit di kelas; peserta yang menunda biasanya tidak mengerjakannya sama sekali.
refleksi · 10 menit

Memeriksa berkasmu sendiri

Unit ini tidak menambah bahan baru. Ia meminta kamu memakai yang sudah ada pada berkas milikmu sendiri. Kerjakan tiga latihan berikut sambil menulis, bukan sambil membayangkan.

Latihan 1: Bedah satu berkas yang kamu punya

Buka satu berkas yang selama ini kamu anggap rencana pemasaranmu. Bisa berupa kalender konten, catatan belanja iklan, tangkapan layar percakapan dengan rekan, atau bahkan catatan di ponsel. Kalau tidak ada, pakai daftar kegiatan pemasaran yang kamu jalankan bulan lalu dari ingatan.

Lalu tandai satu per satu keenam bagian: terisi, terisi sebagian, atau kosong.

Sesudahnya, jawab dua pertanyaan ini secara tertulis:

  • Bagian mana yang kosong, dan kegiatan mana yang selama ini berjalan tanpa dasar karena bagian itu kosong?
  • Kalau bagian 6 kosong, sebutkan satu keputusan yang tidak pernah bisa kamu ambil selama tiga bulan terakhir karena tidak ada angkanya.

Pertanyaan kedua biasanya yang paling terasa. Bagian 6 jarang membuat orang gagal; ia membuat orang menggantung.

Latihan 2: Telusuri satu rantai sebab dari bawah ke atas

Pilih satu kegiatan pemasaran yang kamu jalankan minggu lalu. Boleh yang kecil: satu unggahan, satu pesan siaran, satu kali menaikkan iklan.

Sekarang naik ke atas mengikuti rantai sebab, dan tulis jawabannya:

  1. Kegiatan ini menaruh pesan apa? (bagian 3)
  2. Pesan itu ditujukan kepada siapa, tepatnya? (bagian 2)
  3. Kalau orang itu tergerak, hasil apa yang bertambah? (bagian 1)

Kalau kamu terhenti di langkah 2, misalnya jawabanmu "ya, siapa saja yang lihat", kamu baru saja menemukan penyebab kenapa kegiatan itu sulit dinilai. Itu bukan kegagalan; itu temuan yang berguna, dan justru itulah yang dicari latihan ini.

Latihan 3: Vonis untuk satu kegiatan yang sedang berjalan

Ambil satu kegiatan yang sedang menghabiskan uang atau waktumu sekarang, bukan yang direncanakan. Ajukan kelima pertanyaan kelayakan dari Unit 5, tulis jawabannya, lalu tulis vonisnya: layak atau belum.

Kalau vonisnya "belum", jangan langsung menghentikan kegiatan itu. Tuliskan dulu perbaikan terkecil yang membuat pertanyaan yang gagal bisa terjawab. Perbaikan terkecil biasanya berbentuk salah satu dari tiga hal: menambahkan satu langkah yang diminta, menambahkan satu tanda pengenal asal pesanan, atau menetapkan satu tanggal keputusan beserta ambangnya.

Pertanyaan untuk direnungkan

Satu pertanyaan yang layak kamu bawa ke modul berikutnya:

Dari semua kegiatan pemasaran yang kamu jalankan bulan lalu, berapa persen yang bisa kamu hentikan hari ini tanpa kamu tahu apa yang hilang?

Angka itu adalah ukuran kasar seberapa besar bagian usahamu yang sedang berjalan di luar jangkauan penilaian. Tidak apa-apa kalau angkanya besar sekarang, hampir semua orang memulai dari sana. Yang tidak baik adalah kalau angkanya masih sama besar tiga bulan lagi.

Tanda kamu siap lanjut

Kamu siap ke modul berikutnya bila kamu bisa melakukan tiga hal ini tanpa membuka catatan: menyebut satu bagian yang kosong pada berkasmu sendiri beserta akibatnya, menelusuri satu kegiatan naik sampai ke sasaran, dan menjatuhkan vonis layak atau belum pada satu kegiatan yang sedang berjalan.

Slide 1

Latihan 1: bedah berkasmu

  • Buka berkas yang kamu anggap rencana
  • Tandai enam bagian: terisi, sebagian, kosong
  • Tulis akibat dari bagian yang kosong
Beri waktu sepuluh menit hening. Jangan mengisi keheningan dengan penjelasan tambahan.
Slide 2

Pertanyaan yang paling terasa

  • Keputusan apa yang tak pernah bisa diambil?
  • Bagian 6 jarang membuat gagal
  • Bagian 6 membuat menggantung
Minta dua peserta membacakan jawabannya. Jangan dinilai, cukup dicatat di papan.
Slide 3

Latihan 2: telusuri ke atas

  • Kegiatan ini menaruh pesan apa?
  • Ditujukan kepada siapa, tepatnya?
  • Hasil apa yang bertambah?
Peserta yang menjawab 'siapa saja' sedang menemukan hal yang benar. Sampaikan itu supaya tidak berkecil hati.
Slide 4

Latihan 3: jatuhkan vonis

  • Kegiatan yang sedang berjalan, bukan rencana
  • Lima pertanyaan, lalu satu kata vonis
  • Kalau belum: tulis perbaikan terkecil
Ingatkan tiga bentuk perbaikan terkecil: langkah yang diminta, tanda asal, atau tanggal dan ambang.
Slide 5

Tanda kamu siap lanjut

  • Menyebut satu bagian kosong dan akibatnya
  • Menelusuri satu kegiatan sampai ke sasaran
  • Memvonis satu kegiatan yang berjalan
Sambungkan ke Unit 7: kuis akan menguji ketiga kemampuan ini pada usaha yang belum pernah dibahas.
kuis · 15 menit

Kuis: empat keputusan pada usaha yang belum pernah kamu lihat

Petunjuk pengerjaan

Kuis ini berisi empat soal pilihan ganda. Keempatnya memakai usaha yang belum pernah muncul di modul ini: bukan Dapur Kirana: sehingga jawabannya tidak bisa dicari dengan mencocokkan kalimat. Yang diuji adalah apakah kamu bisa mengambil keputusan dengan alat yang sudah kamu pelajari, bukan apakah kamu ingat isi bacaan.

Cara mengerjakan.

  1. Baca kasusnya sampai habis sebelum melihat pilihan jawaban. Beberapa kasus memuat angka; siapkan alat hitung.
  2. Sebelum memilih, tuliskan dulu jawabanmu sendiri dalam satu kalimat pendek. Baru setelah itu cari pilihan yang paling dekat dengannya.
  3. Beberapa pilihan sengaja dibuat masuk akal. Pada tiap soal, biasanya ada lebih dari satu pilihan yang benar sebagian. Yang dicari adalah pilihan yang benar untuk keputusan yang sedang diambil, bukan yang kedengarannya paling rajin.
  4. Kamu boleh membuka kembali kerangka enam bagian dan lima pertanyaan kelayakan dari Unit 5. Kuis ini bukan ujian hafalan.

Setelah selesai. Baca pembahasan semua pilihan, bukan hanya yang kamu pilih. Tiap pilihan yang salah di kuis ini mewakili satu cara berpikir yang benar-benar sering terjadi pada pemilik usaha kecil. Kalau kamu sempat tergoda pada satu pilihan yang salah, pembahasannya akan memberi tahu kesalahan berpikir mana yang sedang kamu bawa, dan itu informasi yang lebih berguna daripada skormu.

Batas lulus. Tiga dari empat jawaban benar. Kalau kurang, jangan langsung mengulang. Kembali dulu ke Unit 2 untuk rantai sebab enam bagian, dan ke Unit 5 untuk lima pertanyaan kelayakan, baru kerjakan lagi.

Perkiraan waktu. Lima belas menit, termasuk membaca pembahasan.

Slide 1

Empat soal, empat usaha baru

  • Semua kasus belum pernah muncul di modul
  • Menguji keputusan, bukan ingatan
  • Siapkan alat hitung
Sampaikan bahwa mencari kalimat yang mirip di bacaan tidak akan menolong di kuis ini.
Slide 2

Urutan mengerjakan

  • Baca kasus sampai habis dulu
  • Tulis jawabanmu sendiri satu kalimat
  • Baru cari pilihan yang paling dekat
Langkah menulis jawaban sendiri sering dilewati peserta; tegaskan sekali lagi.
Slide 3

Alat yang boleh dibuka

  • Kerangka enam bagian dari Unit 5
  • Lima pertanyaan kelayakan dari Unit 5
  • Catatan latihan Unit 6
Kuis terbuka; yang tidak boleh adalah menebak tanpa menuliskan alasan.
Slide 4

Setelah selesai

  • Baca pembahasan semua pilihan
  • Cek pilihan yang sempat menggodamu
  • Batas lulus: tiga dari empat
Kalau peserta di bawah batas lulus, arahkan ke Unit 2 dan Unit 5, bukan langsung mengulang kuis.

1. Ranum Baby, toko perlengkapan bayi di Surabaya, sudah menulis sasaran: pesanan popok kain naik dari 24 menjadi 36 per bulan pada akhir November, ditinjau setiap tanggal 3 dengan aturan hentikan bila dua peninjauan berturut-turut tidak bergerak. Pemiliknya punya empat usulan kegiatan untuk bulan depan dan hanya punya uang untuk menjalankan satu. Usulan mana yang sudah lolos kelima pertanyaan kelayakan?

2. Arunika Swim, kursus renang anak di Yogyakarta, menargetkan siswa baru naik dari 14 menjadi 25 per bulan sebelum akhir tahun. Pemiliknya sudah menetapkan anggaran Rp3.000.000 per bulan dan sudah memilih dua saluran iklan. Namun bagian 'pembeli yang dituju' pada dokumennya masih kosong. Apa akibat paling langsung dari kosongnya bagian itu?

3. Sadagori, toko kopi bubuk di Padang, menulis aturan ini di rencananya: sebuah saluran dihentikan bila pada dua peninjauan berturut-turut laba kotor dari pesanan bertanda saluran itu lebih kecil daripada biayanya. Laba kotornya Rp45.000 per pesanan. Ini peninjauan pertama sejak aturan itu ditulis. Bulan Juni masuk 41 pesanan: 20 bertanda saluran X (biaya Rp800.000), 9 bertanda saluran Y (biaya Rp500.000), dan 12 dari pelanggan lama. Keputusan mana yang paling sesuai dengan rencana yang sudah ditulis?

4. Sejuk Terus, jasa servis AC di Tangerang, menyerahkan dua berkas kepadamu: sebuah tabel berisi tanggal, saluran, dan tema unggahan untuk tiga bulan ke depan; serta sebuah tabel berisi nama saluran iklan dan nominal rupiah per bulan. Pemiliknya bertanya apakah dengan dua berkas itu ia sudah punya rencana pemasaran. Jawaban mana yang paling tepat?

rangkuman · 10 menit

Rangkuman dan daftar periksa sebelum lanjut

Yang sudah kita tegakkan di modul ini

Rencana bukan daftar pekerjaan. Daftar pekerjaan menjawab apa yang akan aku kerjakan. Rencana menjawab mengapa pekerjaan ini yang aku pilih dan bagaimana aku tahu pilihanku benar. Pembedanya adalah rantai sebab yang bisa ditelusuri dari sasaran sampai ke satu kegiatan, lalu kembali naik ke angka yang dinilai pada tanggal tertentu.

Tiga penanda untuk memeriksa sebuah berkas: ada hasil berangka dan bukan cuma kegiatan; tiap kegiatan bisa ditelusuri sampai ke sasaran; dan ada aturan berhenti berupa tanggal dan ambang.

Enam bagian dokumen rencana, berurutan karena tiap bagian menjadi bahan baku bagi bagian sesudahnya: sasaran usaha; pembeli yang dituju; tawaran dan pesan; saluran dan peran tiap saluran; anggaran dan pembagiannya; cara mengukur dan tanggal keputusan. Rantainya: sasaran menentukan siapa yang dijangkau, siapa yang dijangkau menentukan pesan, pesan menentukan saluran, saluran menentukan pembagian uang, dan cara mengukur menentukan apakah hasilnya boleh dipercaya, lalu mengoreksi sasaran periode berikutnya.

Bagian yang hilang pada dua berkas yang sering dikira rencana. Kalender konten: hilang sasaran, pembeli, dan cara mengukur. Daftar anggaran belanja iklan: hilang sasaran, pembeli, pesan, dan cara mengukur. Perhatikan bahwa cara mengukur hilang pada keduanya, ia satu-satunya bagian yang tidak menghasilkan pekerjaan yang terlihat, sehingga paling sering dilewati.

Lima pertanyaan kelayakan sebelum satu kegiatan dijalankan: (1) menopang sasaran yang mana; (2) siapa yang akan melihat dan apakah dia pembeli yang kita tuju; (3) satu langkah apa yang kita minta dilakukan; (4) bagaimana kita mengenali pesanan yang datang dari kegiatan ini; (5) berapa biayanya, kapan tanggal keputusannya, dan apa ambang lanjut atau hentikannya. Kelimanya harus terjawab; satu jawaban kosong sudah cukup untuk menunda.

Pelajaran dari Dapur Kirana (seluruh angkanya rekaan untuk keperluan belajar): pada Mei 2026, sisa bulanan setelah belanja iklan sebesar Rp1.215.000 tampak sehat, tetapi setelah 53 pesanan dipilah, dua saluran berbayarnya praktis impas dan yang menopang angka itu adalah 22 pesanan dari pelanggan lama serta rekomendasi yang tidak memakan biaya iklan. Angka gabungan menyembunyikan saluran yang merugi. Dan yang paling menentukan: pembeda asal pesanan harus dipasang sebelum uang dibelanjakan, karena data yang telanjur bercampur tidak bisa dipilah surut.

Daftar periksa mandiri: tujuh butir

Centang sendiri sebelum masuk ke modul berikutnya. Butir 4 sampai 7 menuntut berkas yang benar-benar sudah kamu tulis, bukan sekadar kamu pahami.

  1. Aku bisa menyebut satu bagian yang hilang dari sebuah kalender konten dan satu bagian yang hilang dari sebuah daftar anggaran belanja iklan.
  2. Aku bisa menyebut keenam bagian dokumen rencana tanpa membuka catatan.
  3. Aku bisa menjelaskan dengan kalimatku sendiri mengapa bagian pembeli yang dituju harus terisi sebelum bagian saluran dipilih.
  4. Aku sudah menuliskan satu sasaran usahaku sendiri lengkap dengan angka awal, angka tujuan, dan tenggat.
  5. Aku sudah menetapkan bagaimana pesanan dari tiap saluran akan dikenali asalnya, dan penandanya sudah terpasang atau sudah dijadwalkan pemasangannya.
  6. Aku sudah menetapkan tanggal peninjauan berikutnya beserta ambang lanjut atau hentikannya.
  7. Aku sudah menguji satu kegiatan yang sedang berjalan dengan kelima pertanyaan kelayakan dan menuliskan vonisnya: layak, atau belum.

Kalau ada butir yang belum tercentang, kembalilah ke unit yang bersangkutan sebelum melanjutkan, butir 1 sampai 3 ke Unit 2, butir 4 sampai 7 ke Unit 5.

Yang akan kita kerjakan berikutnya

Modul ini menegakkan kerangkanya. Modul berikutnya masuk ke bagian 2: menyusun gambaran pembeli yang cukup sempit untuk bisa dibantah, dan menurunkannya menjadi pesan yang bisa diuji. Bawa serta berkas kerangka enam bagianmu, kita akan mengisinya lebih jauh, bukan memulainya dari awal lagi.

Slide 1

Inti modul dalam satu kalimat

  • Rencana punya rantai sebab, daftar pekerjaan tidak
  • Sasaran → pembeli → pesan → saluran → anggaran
  • Cara mengukur mengoreksi sasaran berikutnya
Minta satu peserta mengulang rantai sebabnya dengan kata-katanya sendiri sebelum lanjut.
Slide 2

Bagian yang hilang

  • Kalender konten: sasaran, pembeli, cara mengukur
  • Daftar anggaran: sasaran, pembeli, pesan, cara mengukur
  • Cara mengukur hilang pada keduanya
Poin ketiga adalah yang paling ingin diingat peserta; beri jeda di situ.
Slide 3

Lima pertanyaan kelayakan

  • Sasaran mana, siapa yang melihat, langkah apa
  • Bagaimana mengenali pesanannya
  • Biaya, tanggal keputusan, ambang
Ingatkan aturannya: satu jawaban kosong sudah cukup untuk menunda kegiatan.
Slide 4

Pelajaran Dapur Kirana

  • Sisa bulanan sehat, dua saluran berbayar impas
  • 22 pesanan tanpa biaya iklan menopang angkanya
  • Pasang pembeda asal sebelum uang keluar
Sebut sekali lagi bahwa angka kasus ini rekaan, supaya tidak dikutip keluar kelas.
Slide 5

Daftar periksa: butir 1-3

  • Menyebut bagian hilang pada dua berkas
  • Menyebut enam bagian tanpa catatan
  • Menjelaskan kenapa pembeli mendahului saluran
Butir yang belum tercentang di kelompok ini diarahkan kembali ke Unit 2.
Slide 6

Daftar periksa: butir 4-7

  • Sasaran tertulis dengan angka dan tenggat
  • Penanda asal pesanan sudah ditetapkan
  • Tanggal peninjauan dan ambang sudah ada
  • Satu kegiatan sudah divonis layak atau belum
Butir kelompok ini menuntut berkas nyata; arahkan yang belum ke Unit 5, bukan ke modul berikutnya.
Slide 7

Modul berikutnya

  • Masuk ke bagian 2: pembeli yang dituju
  • Gambaran yang cukup sempit untuk dibantah
  • Bawa berkas kerangkamu, jangan mulai ulang
Pastikan setiap peserta sudah menyimpan berkas kerangkanya di tempat yang mudah dibuka lagi.