Risos AI Risos AI
Ketik untuk mencari Cari di analisis, proyek riset, dan sesi chat Anda.
Notifikasi
Memuat…
U

Modul 1 — Modul 1 — Kenali: Pertanyaan yang Bisa Dijawab Korpus

  • Merumuskan satu pertanyaan riset yang unit datanya adalah satu komentar atau satu unggahan, lengkap dengan batas ruang percakapan dan rentang waktunya
  • Membedakan pertanyaan yang bisa dijawab korpus percakapan daring dari pertanyaan yang menuntut wawancara atau survei, dengan menerapkan Uji Unit, Uji Jejak, dan Uji Batas
  • Menganalisis tiga keluarga pertanyaan yang tidak dapat dijawab korpus daring — prevalensi, motif batin, dan normatif — serta menjelaskan alasan operasional tiap keluarga
  • Menerapkan pengaturan studio kualitatif Risos pada lensa Etnografi varian netnografi, dan mengevaluasi apa yang varian itu nyalakan serta apa yang tidak ikut terekam ke dalam korpus

Bimbingan suara untuk modul ini

Bahas modul ini langsung dengan Damar Prasetyo, jelaskan bagian yang belum jelas dan tanya-jawab sampai paham.

pengantar · 10 menit

Datanya sudah menumpuk, pertanyaannya belum ada

Cerita yang berulang di hampir setiap kelas

Seseorang — sebut saja Rani — menemukan sebuah grup publik tempat warga satu kecamatan membicarakan jadwal pengangkutan sampah yang berubah-ubah. Percakapannya ramai: ada yang marah, ada yang melucu, ada yang mengunggah foto tumpukan di depan pagar. Rani menyalin komentar-komentarnya ke sebuah berkas, memuatnya ke studio, lalu berhenti. Di kepalanya ada satu pertanyaan yang sejak awal ia bawa: “Apakah warga puas dengan layanan kebersihan?”

Pertanyaan itu tidak akan pernah terjawab oleh tumpukan komentar tersebut. Bukan karena datanya kurang banyak, dan bukan karena Rani kurang mahir memakai alat. Alasannya lebih mendasar, dan ada tiga.

Pertama, orang yang puas jarang menulis. Kolom komentar dipenuhi oleh mereka yang punya alasan untuk bersuara; mereka yang tidak terganggu tidak meninggalkan jejak apa pun. Kedua, kita tidak tahu siapa yang menulis. Sebuah akun yang aktif di grup itu bisa saja warga kecamatan sebelah, bisa pengurus RW yang memakai akun pribadi, bisa satu orang dengan dua akun. Ketiga, “puas” adalah keadaan batin. Yang tersimpan di berkas Rani bukan perasaan, melainkan kalimat — pilihan kata, waktu tulis, dan posisi kalimat itu dalam sebuah utas.

Yang sebetulnya ada di tangan Rani

Berkas itu tetap berharga. Ia hanya menjawab jenis pertanyaan yang lain. Dari komentar-komentar yang sama, Rani bisa menanyakan: kata apa yang dipakai warga untuk menamai keterlambatan — “telat”, “ngilang”, “dianggurin”? Pada bagian utas mana keluhan berubah menjadi ajakan bertindak? Siapa yang dipanggil dalam komentar ketika warga ingin masalahnya diurus, dan bagaimana panggilan itu berubah setelah minggu ketiga?

Semua pertanyaan tadi punya satu ciri yang sama: jawabannya bisa ditunjuk. Kamu bisa meletakkan jari pada satu komentar dan berkata, “ini buktinya.” Itulah yang membedakan pertanyaan yang bisa dijawab korpus dari pertanyaan yang cuma terdengar bagus.

Kenapa modul ini datang paling awal

Kesalahan memilih pertanyaan tidak terasa sakit di hari pertama. Ia terasa sakit di minggu kelima, saat kamu sudah mengodekan ribuan komentar dan baru sadar bahwa hasil pengodean itu tidak menyentuh pertanyaan yang kamu tulis di proposal. Pengodean tidak bisa memperbaiki pertanyaan yang salah alat. Karena itu modul pertama ini tidak mengajarkan cara menekan tombol apa pun; ia mengajarkan cara memeriksa pertanyaanmu sebelum ada satu baris pun yang dimuat.

Pendekatan yang kita pakai bernama netnografi: cara meneliti percakapan daring yang tumbuh dari tradisi etnografi, dan yang memperlakukan komentar bukan sekadar sebagai teks yang bisa dihitung, melainkan sebagai jejak dari sebuah ruang sosial yang punya kebiasaan, istilah, dan riwayatnya sendiri. Di studio Risos, pendekatan ini kamu pilih dengan menyalakan lensa Etnografi varian netnografi — dan bagian akhir modul ini menunjukkan apa yang berubah begitu varian itu aktif.

Yang tidak dibahas modul ini

Satu hal perlu ditegaskan sejak awal supaya tidak ada salah paham. Modul ini tidak membicarakan boleh atau tidaknya sebuah ruang percakapan diambil datanya, dan tidak memberi kesimpulan semacam itu untuk platform mana pun. Yang dibicarakan di sini hanya hal-hal operasional: apa yang studio lakukan terhadap berkas yang kamu muat, apa yang ia catat di samping tiap baris, dan apa yang tidak ia ambil. Pertimbangan lain di luar itu bukan wilayah modul ini.

Peta perjalanan

Setelah pengantar ini, kamu akan mempelajari satu gagasan besar — korpus mencatat jejak, bukan orang — beserta tiga uji praktis untuk menyaring pertanyaan. Lalu kita luruskan lima salah paham yang paling sering muncul, kita kerjakan satu kasus nyata dari awal sampai pengaturan studio, kamu berlatih dengan bahanmu sendiri, dan kamu menguji keputusanmu lewat empat soal. Di akhir modul, kamu akan punya satu pertanyaan riset yang siap dibawa ke Modul 2 — dan tiga pertanyaan yang dengan sadar kamu simpan untuk alat lain.

Slide 1

Kasus Rani

  • Ribuan komentar warga soal jadwal pengangkutan sampah
  • Pertanyaannya: “Apakah warga puas dengan layanan?”
  • Data melimpah, pertanyaan tetap tak terjawab
Tanyakan ke peserta apakah ada yang pernah berada di posisi Rani; kumpulkan dua contoh singkat sebelum lanjut.
Slide 2

Tiga alasan pertanyaan itu gagal

  • Yang puas jarang menulis
  • Kita tidak tahu siapa di balik akun
  • “Puas” adalah keadaan batin, bukan kalimat
Tekankan bahwa ketiganya bukan soal jumlah data; jangan biarkan diskusi melenceng ke ukuran korpus.
Slide 3

Yang justru bisa dijawab

  • Kata apa yang dipakai untuk menamai keterlambatan
  • Di bagian utas mana keluhan berubah jadi ajakan
  • Siapa yang dipanggil ketika warga ingin diurus
Minta peserta memperhatikan bahwa ketiga pertanyaan ini bisa ditunjuk buktinya pada satu komentar.
Slide 4

Kenapa modul ini paling awal

  • Salah pertanyaan baru terasa di minggu kelima
  • Pengodean tidak memperbaiki pertanyaan yang salah alat
  • Periksa dulu, muat data belakangan
Sampaikan bahwa unit ini tidak berisi latihan tombol; peserta yang ingin cepat praktik perlu diyakinkan.
Slide 5

Batas modul ini

  • Bukan pembahasan boleh-tidaknya sebuah ruang diambil datanya
  • Hanya fakta operasional: apa yang mesin lakukan
  • Apa yang dicatat, apa yang tidak diambil
Bacakan slide ini apa adanya; bila ada pertanyaan di luar cakupan, catat dan arahkan ke kanal lain.
kuliah · 20 menit

Korpus mencatat jejak, bukan orang

Satu gagasan yang mengubah semua keputusan berikutnya

Ketika kamu memuat sepuluh ribu komentar ke studio, yang masuk ke sana bukan sepuluh ribu orang. Yang masuk adalah sepuluh ribu jejak: potongan kalimat yang seseorang pilih untuk ditulis, pada waktu tertentu, di ruang tertentu, sebagai tanggapan atas sesuatu. Semua kekuatan dan semua keterbatasan analisis percakapan daring berasal dari kalimat itu.

Kenapa penting? Karena jejak punya sifat yang berbeda dari orang. Jejak tidak lengkap: ia hanya ada kalau seseorang memutuskan menulis. Jejak tidak netral: orang menulis untuk dibaca orang lain di ruang itu, jadi ia memilih kata, menahan sebagian, melebih-lebihkan sebagian. Jejak juga tidak berdiri sendiri: satu komentar yang berbunyi “sama” bisa berarti apa saja sebelum kamu tahu ia membalas apa. Dan jejak tidak bisa ditanya balik — ia tidak akan menjelaskan maksudnya kalau kamu bingung.

Semua itu bukan cacat yang perlu diperbaiki. Itu bentuk datanya. Peneliti yang baik menyesuaikan pertanyaannya dengan bentuk data yang ia punya, bukan memaksa data menjawab pertanyaan berbentuk lain.

Tiga uji untuk menyaring pertanyaan

Setiap kali kamu punya calon pertanyaan riset, jalankan tiga uji berikut. Urutannya sengaja: yang pertama paling cepat menggugurkan, yang terakhir paling sering dilupakan.

Uji Unit. Bisakah jawaban pertanyaan ini ditunjuk pada satu komentar atau satu unggahan? Kalau kamu membayangkan diri sedang menyorot sebuah baris dan berkata “ini salah satu buktinya”, uji ini lolos. Kalau jawabannya hanya bisa berupa kesimpulan menyeluruh yang tidak menempel pada baris mana pun, pertanyaanmu belum punya unit data. Ciri pertanyaan yang lolos: ia menanyakan apa yang muncul, dengan kata apa, di posisi mana — bukan menanyakan benar atau salah.

Uji Jejak. Apakah bahan untuk menjawabnya sudah tertulis tanpa kamu bertanya, atau baru akan ada kalau kamu bertanya? Ini pemisah paling tajam antara korpus dan wawancara. “Alasan apa yang ditulis orang ketika mereka membicarakan X” adalah pertanyaan jejak. “Apa alasan sebenarnya orang melakukan X” bukan — jawaban itu baru lahir saat seseorang duduk, ditanya, dan menyusun ulang ingatannya. Perhatikan bedanya: yang pertama menanyakan apa yang tertulis, yang kedua menanyakan apa yang ada di kepala.

Uji Batas. Sampai mana klaimmu berlaku? Korpus hanya memuat penulis di ruang yang kamu ambil, pada rentang waktu yang kamu ambil. Karena itu, pertanyaan yang lolos selalu menyebutkan dua batas itu di dalam kalimatnya sendiri: ruang percakapannya apa, dan periodenya kapan. Pertanyaan yang menyebut “orang Indonesia”, “ibu muda”, atau “pengguna aplikasi” tanpa batas ruang dan waktu selalu gugur di uji ini, sebesar apa pun korpusnya.

Pertanyaan yang lolos ketiga uji terdengar lebih kecil daripada pertanyaan awalmu. Itu bukan kemunduran. Pertanyaan kecil yang punya bukti jauh lebih berguna daripada pertanyaan besar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan satu barisnya pun.

Tiga keluarga pertanyaan yang harus kamu serahkan ke alat lain

Ada tiga jenis pertanyaan yang, betapapun menariknya, tidak boleh kamu jawab dengan korpus percakapan daring. Kenali ketiganya sampai hafal, karena tiga-tiganya akan muncul lagi di kepalamu setiap kali datamu terlihat meyakinkan.

Keluarga pertama: prevalensi. Ini pertanyaan berbentuk “berapa banyak”, “berapa persen”, atau “apakah mayoritas”. Alasan penolakannya operasional: orang yang menulis di sebuah ruang bukan sampel acak dari populasi mana pun, dan orang yang membaca tanpa berkomentar tidak meninggalkan baris apa pun untuk dihitung. Kamu boleh menghitung komentar di dalam korpusmu — itu deskripsi korpus. Kamu tidak boleh mengubah hitungan komentar menjadi persentase orang. Alat untuk pertanyaan prevalensi adalah survei dengan kerangka sampel yang jelas.

Keluarga kedua: motif batin. Ini pertanyaan tentang apa yang sesungguhnya dirasakan, dipikirkan, atau diniatkan seseorang: “kenapa dia sebenarnya berhenti berlangganan”, “apa yang dia rasakan waktu itu”. Alasan penolakannya juga operasional: yang tersimpan di korpus adalah kata yang ditulis untuk dibaca orang lain, bukan isi kepala. Kamu bisa menganalisis alasan yang ditulis — dan itu temuan yang sah, asal disebut sebagai alasan yang ditulis. Alat untuk motif batin adalah wawancara mendalam.

Keluarga ketiga: normatif. Ini pertanyaan tentang apa yang sebaiknya dilakukan: “apakah kebijakan ini perlu dicabut”, “apakah pendekatan ini lebih baik”. Korpus bisa menunjukkan siapa yang keberatan, dengan kata apa keberatan itu disusun, dan kapan ia menguat. Korpus tidak bisa memutuskan apa yang sebaiknya terjadi, karena keputusan semacam itu bertumpu pada pertimbangan nilai dan bukti di luar teks. Temuanmu bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan; ia tidak bisa menjadi kesimpulannya.

Sebelum lanjut

Satu hal lagi belum kita sentuh: apa yang sebenarnya berubah di studio Risos begitu kamu memilih lensa Etnografi varian netnografi. Bagian itu tidak dibahas di unit ini — ia kita bongkar langkah demi langkah pada unit contoh, tepatnya di langkah keempat, supaya kamu melihatnya langsung pada kasus yang sedang dikerjakan.

Slide 1

Gagasan besar unit ini

  • Korpus mencatat jejak, bukan orang
  • Jejak: kalimat yang dipilih untuk ditulis
  • Kekuatan dan batasnya berasal dari sini
Tulis kalimat “jejak, bukan orang” di papan dan biarkan terlihat sampai akhir sesi.
Slide 2

Empat sifat jejak

  • Tidak lengkap: hanya ada bila seseorang menulis
  • Tidak netral: ditulis untuk dibaca orang lain
  • Tidak berdiri sendiri: butuh utas induknya
  • Tidak bisa ditanya balik
Tegaskan bahwa keempatnya bentuk data, bukan cacat yang harus diperbaiki.
Slide 3

Uji Unit

  • Bisakah jawabannya ditunjuk pada satu komentar?
  • Lolos bila menanyakan apa muncul, kata apa, posisi mana
  • Gugur bila hanya berupa kesimpulan menyeluruh
Peragakan gerakan menyorot satu baris; peserta biasanya paham lebih cepat lewat gerakan ini.
Slide 4

Uji Jejak

  • Sudah tertulis, atau baru ada bila ditanya?
  • “Alasan yang ditulis” lolos
  • “Alasan sebenarnya” tidak lolos
Minta peserta menyebut satu pertanyaan mereka sendiri, lalu uji bersama di depan.
Slide 5

Uji Batas

  • Ruang percakapan mana, periode kapan
  • Kedua batas ditulis di dalam pertanyaan
  • Korpus besar tidak menghapus batas
Uji ini paling sering dilewati; sediakan waktu ekstra dan minta peserta menulis ulang satu pertanyaan.
Slide 6

Tiga keluarga yang diserahkan ke alat lain

  • Prevalensi — penulis bukan sampel acak
  • Motif batin — korpus menyimpan kata, bukan isi kepala
  • Normatif — keputusan butuh nilai dan bukti lain
Sebutkan nama alat penggantinya: survei untuk prevalensi, wawancara untuk motif batin.
Slide 7

Yang belum kita buka

  • Lensa Etnografi varian netnografi di studio Risos
  • Dibongkar di unit contoh, langkah keempat
Sampaikan janji ini dengan jelas supaya peserta tidak mengira bagian tersebut terlewat.
miskonsepsi · 12 menit

Lima salah paham yang paling sering menjatuhkan analisis

Kelima salah paham berikut muncul berulang-ulang, dan semuanya terdengar masuk akal. Justru karena itu ia berbahaya: tidak ada yang menegur, dan hasilnya baru rontok saat dipertanyakan orang lain.

1. “Kalau korpusnya cukup besar, ia jadi mewakili”

Apa yang dipikirkan orang. Seribu komentar mungkin terlalu sedikit, tapi lima puluh ribu pasti sudah cukup untuk berbicara tentang publik yang lebih luas.

Kenapa keliru. Menambah jumlah baris menambah keragaman kata, bukan mengubah siapa yang menulis. Kalau sebuah ruang hanya dihuni orang yang punya alasan untuk bersuara, korpus sebesar apa pun dari ruang itu tetap hanya berisi orang yang punya alasan untuk bersuara. Keterwakilan lahir dari cara memilih siapa yang ditanya, bukan dari volume. Lima puluh ribu komentar yang menumpuk tetap tidak memuat satu pun baris dari orang yang membaca lalu diam.

Yang benar. Ukuran korpus memengaruhi seberapa kaya variasi yang bisa kamu temukan, bukan seberapa luas klaim yang boleh kamu buat. Batas klaim ditentukan oleh Uji Batas, dan Uji Batas tidak peduli pada jumlah.

2. “Analisis sentimen otomatis sudah memberi tahu perasaan orang”

Apa yang dipikirkan orang. Kalau alat menandai enam puluh persen komentar sebagai negatif, berarti mayoritas orang merasa negatif.

Kenapa keliru. Dua hal sekaligus rusak di sini. Pertama, yang ditandai adalah bentuk permukaan bahasa — pilihan kata, tanda seru, kata sifat — bukan perasaan penulisnya. Sarkasme, candaan, dan kutipan atas ucapan orang lain rutin tertandai keliru. Kedua, persentase itu adalah persentase komentar, bukan persentase orang; satu akun yang menulis empat puluh kali menyumbang empat puluh baris.

Yang benar. Label sentimen berguna sebagai peta kasar untuk menentukan bagian korpus mana yang perlu kamu baca lebih dulu. Ia bukan temuan, dan tidak boleh dilaporkan sebagai keadaan perasaan siapa pun.

3. “Netnografi pada dasarnya adalah mengunduh data lalu menghitungnya”

Apa yang dipikirkan orang. Bagian etnografinya sekadar nama; yang benar-benar dikerjakan adalah mengumpulkan teks dan mengolahnya.

Kenapa keliru. Yang membuat sebuah komentar bermakna adalah posisinya: ia membalas siapa, muncul setelah peristiwa apa, memakai istilah yang di ruang itu berarti apa. Komentar “sama, kak” tidak punya isi sebelum kamu tahu utas induknya. Kalau konteks dilepas dan yang tersisa hanya kolom teks, kamu memang masih bisa menghitung kata, tapi kamu kehilangan justru hal yang membuat percakapan itu bisa dibaca sebagai percakapan.

Yang benar. Unit datanya tetap komentar atau unggahan, dan tiap unit dibawa bersama konteksnya. Pengamatan atas kebiasaan ruang — istilah khasnya, ritmenya, siapa yang biasanya menjawab — dicatat berdampingan dengan korpus, bukan dibuang.

4. “Satu baris berarti satu orang”

Apa yang dipikirkan orang. Kalau ada 1.200 baris, berarti ada sekitar 1.200 suara yang berbeda.

Kenapa keliru. Satu akun bisa menulis puluhan komentar dalam satu utas, apalagi kalau ia sedang berdebat. Sebaliknya, satu akun bisa dipegang bergantian oleh beberapa pengurus, misalnya akun paguyuban atau akun toko. Menghitung baris dan menyebutnya jumlah orang adalah kesalahan yang tidak bisa ditambal di tahap pelaporan.

Yang benar. Sebut apa yang kamu hitung dengan nama yang benar: “1.200 komentar”, bukan “1.200 warga”. Kalau kamu memang ingin tahu sebaran penulis, hitung jumlah akun unik secara terpisah dan tetap laporkan keduanya sebagai angka tentang korpus, bukan tentang populasi.

5. “Kalau korpus tidak bisa menjawabnya, pertanyaanku jelek”

Apa yang dipikirkan orang. Pertanyaan yang gugur di ketiga uji harus dibuang dan diganti.

Kenapa keliru. Gugur di uji hanya berarti pertanyaan itu salah alat, bukan salah isi. “Berapa persen pelanggan yang berhenti berlangganan tahun lalu” adalah pertanyaan bagus — ia cuma butuh data langganan, bukan kolom komentar. “Apa yang dirasakan pemilik warung saat transaksinya gagal” juga pertanyaan bagus — ia butuh wawancara.

Yang benar. Simpan pertanyaan-pertanyaan itu dalam daftar terpisah, tulis alat yang tepat untuk masing-masing, dan sebutkan di laporanmu sebagai hal yang sengaja tidak kamu jawab. Peneliti yang menyatakan batasnya sendiri lebih dipercaya daripada peneliti yang diam lalu ketahuan.

Slide 1

Salah paham 1: besar berarti mewakili

  • Menambah baris menambah variasi kata
  • Tidak mengubah siapa yang menulis
  • Yang diam tetap tak punya baris
Tanyakan berapa besar korpus yang peserta anggap “cukup”; pakai jawabannya untuk membuka bantahan.
Slide 2

Salah paham 2: sentimen sama dengan perasaan

  • Yang ditandai adalah bentuk permukaan bahasa
  • Sarkasme dan kutipan rutin tertandai keliru
  • Persentase komentar bukan persentase orang
Bila ada waktu, tampilkan satu komentar sarkastik dan minta peserta menebak labelnya.
Slide 3

Salah paham 3: netnografi = unduh lalu hitung

  • “Sama, kak” tidak berisi tanpa utas induk
  • Konteks dibawa bersama tiap unit
  • Kebiasaan ruang dicatat, bukan dibuang
Kaitkan kembali ke sifat jejak “tidak berdiri sendiri” dari unit kuliah.
Slide 4

Salah paham 4: satu baris satu orang

  • Satu akun bisa menulis puluhan komentar
  • Satu akun bisa dipegang bergantian
  • Tulis “1.200 komentar”, bukan “1.200 warga”
Tegaskan bahwa kesalahan ini tidak bisa diperbaiki di tahap pelaporan; minta peserta mencatatnya.
Slide 5

Salah paham 5: gugur berarti jelek

  • Gugur berarti salah alat, bukan salah isi
  • Simpan di daftar terpisah beserta alatnya
  • Nyatakan batasmu sendiri di laporan
Tutup dengan pesan bahwa menyatakan batas menambah kepercayaan, bukan mengurangi.
contoh · 18 menit

Dikerjakan bersama: dari pertanyaan gugur ke studio yang menyala

Kasusnya

Sebuah forum daring publik bernama Dapur Rumahan Nusantara menjadi tempat berkumpul penjual makanan rumahan. Pada awal Maret 2026, sebuah platform pemesanan menaikkan biaya layanannya, dan forum itu langsung ramai. Kamu menyalin 2.146 komentar dari 37 utas, rentang 1–31 Maret 2026, ke sebuah berkas.

Tiga kutipan berikut kita pakai sepanjang unit ini:

  • K-108: “Naik lagi. Margin kue lapisku tinggal seribu perak per kotak, mending jualan lewat WhatsApp saja.”
  • K-411: “Aku sudah naikkan harga, pelanggan lama langsung tanya kenapa. Capek jelaskan tiap hari.”
  • K-903: “Yang berat bukan biayanya, tapi tiba-tibanya. Aku sudah telanjur cetak katalog harga lama 200 lembar.”

Pertanyaan Awal yang kamu bawa: “Apakah kenaikan biaya layanan merugikan penjual makanan rumahan di Indonesia?”

Sekarang kita kerjakan empat langkah.

Langkah 1 — Uji Unit

Coba tunjuk satu komentar dan katakan, “ini buktinya.” Bisakah K-108 membuktikan bahwa kenaikan itu merugikan? Tidak. K-108 membuktikan bahwa seorang penulis menyebut margin kue lapisnya menyusut. Kata “merugikan” pada Pertanyaan Awal adalah kesimpulan menyeluruh yang tidak menempel pada baris mana pun; ia hanya bisa dijawab “ya” atau “tidak”, dan tidak ada satu komentar pun yang bisa menjadi buktinya.

Hasil langkah 1: gugur. Perbaikan arah: ubah dari menanyakan benar atau tidak menjadi menanyakan apa yang muncul dan dengan kata apa.

Langkah 2 — Uji Jejak

Apakah bahan untuk menjawab “merugikan” sudah tertulis di forum? Sebagian besar tidak. Kerugian sebagai fakta usaha butuh catatan penjualan sebelum dan sesudah kenaikan, dan catatan itu ada di buku penjual, bukan di kolom komentar. Yang benar-benar tertulis adalah cara penulis menamai beban yang mereka rasakan — dan itu berbeda, meski terdengar mirip.

Perhatikan K-903. Ia bahkan menolak membicarakan besaran biaya (“yang berat bukan biayanya”) dan memindahkan bebannya ke hal lain: pengeluaran yang telanjur dikeluarkan. Kalau kamu memaksakan pertanyaan tentang kerugian finansial, kutipan sebagus ini justru tidak terpakai.

Hasil langkah 2: gugur untuk “kerugian finansial”, lolos untuk “bentuk beban yang disebut penulis”.

Langkah 3 — Uji Batas

“Penjual makanan rumahan di Indonesia” mencakup orang-orang yang tidak pernah menyentuh forum ini: mereka yang berjualan tanpa platform, mereka yang membaca tapi tidak berkomentar, mereka yang sudah berhenti berjualan sebelum Maret. Korpusmu tidak memuat satu baris pun dari mereka.

Hasil langkah 3: gugur. Perbaikannya: tulis ruang dan rentang waktu ke dalam kalimat pertanyaannya, bukan menyimpannya di catatan kaki.

Langkah 4 — Tulis ulang, lalu nyalakan studio

Pertanyaan Akhir:

“Dalam 2.146 komentar di forum Dapur Rumahan Nusantara sepanjang 1–31 Maret 2026, bentuk beban apa saja yang disebut penulis ketika membicarakan biaya layanan baru, dan dengan kata apa tiap bentuk itu dinamai?”

Pertanyaan ini lolos ketiganya: jawabannya bisa ditunjuk pada satu komentar, bahannya sudah tertulis tanpa kamu bertanya, dan batas ruang serta waktunya ada di dalam kalimat. Tiga kutipan kita langsung memberi tiga kode awal:

  • T1 — margin tergerus (K-108)
  • T2 — beban menjelaskan ke pelanggan (K-411)
  • T3 — biaya yang telanjur keluar (K-903)

Sekarang buka studio kualitatif di Risos, pilih lensa Etnografi, lalu pilih varian netnografi. Memilih varian itu menyalakan tiga hal:

  1. Unit baris dikunci ke satu komentar atau satu unggahan. Satu baris tidak boleh berisi gabungan tulisan seorang akun. Konsekuensinya, tiap kode menempel pada satu jejak yang bisa kamu buka lagi kapan saja.
  2. Kolom konteks ikut wajib. Ruang percakapan, waktu tulis, dan utas induk dibawa bersama tiap baris, sehingga K-411 bisa ditelusuri kembali ke utas tempat ia membalas dan tidak dibaca sebagai kalimat lepas.
  3. Panel catatan lapangan berdampingan dengan korpus. Di sanalah kamu menuliskan hal yang kamu amati tapi tidak terekam sebagai teks: misalnya bahwa penjual senior di forum ini biasa menjawab pertanyaan pemula dalam bentuk daftar bernomor.

Dan tiga hal berikut tidak ikut masuk ke korpusmu:

  1. Orang yang membaca tapi tidak menulis. Mereka tidak menghasilkan baris, jadi tidak ada yang bisa dikodekan.
  2. Percakapan yang pindah ke pesan pribadi. Kalimat “lanjut japri ya” menandai bahwa sisa pembicaraannya berada di luar berkasmu.
  3. Fakta di luar teks. Angka penjualan sesungguhnya, kondisi dapur, jumlah pelanggan. Studio bekerja pada berkas yang kamu muat; ia tidak pergi mengambil data tambahan sendiri dan tidak menambahkan apa pun yang tidak kamu masukkan.

Catat ketiga hal terakhir itu di bagian keterbatasan sejak sekarang, bukan nanti. Menuliskannya di awal membuatmu berhenti tergoda menjawab pertanyaan yang bahannya memang tidak ada.

Slide 1

Kasus dan korpusnya

  • Forum Dapur Rumahan Nusantara, penjual makanan rumahan
  • 2.146 komentar dari 37 utas
  • Rentang 1–31 Maret 2026
Tampilkan ketiga kutipan K-108, K-411, dan K-903 di layar sebelum masuk langkah 1.
Slide 2

Langkah 1 — Uji Unit

  • Pertanyaan Awal hanya bisa dijawab ya atau tidak
  • K-108 membuktikan sebutan margin menyusut, bukan kerugian
  • Gugur: belum punya unit data
Minta peserta mencoba menunjuk kutipan lain sebagai bukti; biarkan mereka menemukan sendiri kegagalannya.
Slide 3

Langkah 2 — Uji Jejak

  • Kerugian finansial butuh catatan penjualan
  • Yang tertulis: cara penulis menamai beban
  • K-903 hilang bila pertanyaan dipaksakan
Bacakan K-903 pelan-pelan; tekankan kalimat “yang berat bukan biayanya”.
Slide 4

Langkah 3 — Uji Batas

  • “Di Indonesia” mencakup yang tak berkorpus
  • Pembaca diam dan penjual nonplatform tidak terwakili
  • Ruang dan waktu masuk ke kalimat pertanyaan
Ingatkan bahwa batas ditulis di pertanyaan, bukan disembunyikan di catatan kaki.
Slide 5

Langkah 4 — Pertanyaan Akhir

  • Bentuk beban apa yang disebut penulis
  • Dengan kata apa tiap bentuk dinamai
  • Kode awal: T1, T2, T3
Tampilkan Pertanyaan Awal dan Pertanyaan Akhir berdampingan agar perubahannya terlihat.
Slide 6

Yang dinyalakan varian netnografi

  • Unit baris dikunci ke satu komentar
  • Kolom konteks wajib: ruang, waktu, utas induk
  • Panel catatan lapangan berdampingan dengan korpus
Peragakan jalur pilihannya: studio kualitatif, lensa Etnografi, varian netnografi.
Slide 7

Yang tidak ikut masuk korpus

  • Pembaca yang tidak menulis
  • Percakapan yang pindah ke pesan pribadi
  • Fakta di luar teks; mesin tidak menambah data
Minta peserta menyalin ketiganya ke bagian keterbatasan proposal masing-masing sekarang juga.
latihan · 25 menit

Latihan: kerjakan pada bahanmu sendiri

Tiga latihan berikut dikerjakan berurutan dan memakai bahan milikmu sendiri, bukan kasus forum Dapur Rumahan Nusantara. Sediakan satu berkas kosong dan satu ruang percakapan daring yang benar-benar kamu ikuti atau amati.

Latihan 1 — Saring satu pertanyaan lewat tiga uji

Yang dikerjakan. Tulis dulu Pertanyaan Awalmu apa adanya, tanpa dipercantik. Justru versi mentahnya yang berguna, karena di situ kelemahannya kelihatan. Lalu jalankan tiga uji secara berurutan dan tulis hasil tiap uji dalam satu kalimat: lolos atau gugur, dan kenapa. Terakhir, tulis Pertanyaan Akhir dalam satu kalimat utuh.

Contoh format jawaban:

Pertanyaan Awal : ...
Uji Unit        : gugur — ...
Uji Jejak       : lolos — ...
Uji Batas       : gugur — ...
Pertanyaan Akhir: ...

Periksa sendiri. Pertanyaan Akhirmu dianggap memadai bila keempat hal ini terpenuhi: (1) kamu bisa membayangkan satu komentar yang menjadi buktinya; (2) bahannya sudah tertulis tanpa kamu bertanya kepada siapa pun; (3) nama ruang percakapannya tertulis di dalam kalimat; (4) rentang waktunya tertulis di dalam kalimat. Kalau satu saja tidak terpenuhi, tulis ulang. Wajar bila kamu perlu tiga sampai empat kali menulis ulang — itu bagian dari pekerjaannya, bukan tanda kamu lambat.

Jebakan yang sering muncul. Pertanyaan yang berbunyi “bagaimana persepsi anggota grup terhadap X” terasa sudah aman padahal belum. Kata “persepsi” menempel pada orang, bukan pada baris. Ubah menjadi sesuatu yang bisa ditunjuk: istilah apa yang dipakai, keberatan apa yang disebut, perbandingan apa yang muncul.

Latihan 2 — Daftar tiga pertanyaan yang kamu serahkan ke alat lain

Yang dikerjakan. Dari topik yang sama, tulis tiga pertanyaan yang tidak boleh kamu jawab dengan korpus — satu dari tiap keluarga: prevalensi, motif batin, dan normatif. Untuk masing-masing, tulis dua hal: satu kalimat alasan kenapa korpus tidak bisa menjawabnya, dan nama alat yang tepat untuk menjawabnya.

Contoh format jawaban:

Prevalensi  : ...
  alasan    : ...
  alat      : ...
Motif batin : ...
  alasan    : ...
  alat      : ...
Normatif    : ...
  alasan    : ...
  alat      : ...

Periksa sendiri. Alasanmu harus menyebut sesuatu tentang data, bukan tentang kesulitan teknis. “Sulit menghitungnya” bukan alasan yang benar; “orang yang membaca tanpa menulis tidak meninggalkan baris untuk dihitung” adalah alasan yang benar. Untuk keluarga motif batin, pastikan pertanyaanmu benar-benar menanyakan isi kepala, bukan alasan yang ditulis — kalau ia hanya menanyakan alasan yang ditulis, ia sebetulnya bisa dijawab korpus dan berarti kamu salah menempatkannya.

Simpan daftar ini. Ia akan menjadi bagian keterbatasan di laporanmu nanti, dan menyatakannya sendiri lebih baik daripada menunggu ditanya orang.

Latihan 3 — Nyalakan studio dan uji dua puluh baris

Yang dikerjakan. Siapkan berkas kecil berisi 20 komentar dari ruang yang kamu amati. Susun dengan satu baris untuk satu komentar, dan sertakan kolom konteks: nama ruang percakapan, waktu tulis, dan penanda utas induk. Buka studio kualitatif di Risos, pilih lensa Etnografi, lalu pilih varian netnografi, dan muat berkas itu.

Setelah termuat, kerjakan tiga hal:

  1. Ambil satu baris secara acak dan telusuri balik: dari kolom konteks, bisakah kamu tahu komentar itu membalas apa? Kalau tidak bisa, berkasmu belum lengkap — perbaiki dan muat ulang.
  2. Buka panel catatan lapangan dan tulis dua kalimat tentang hal yang kamu amati di ruang itu tetapi tidak terekam sebagai teks di kedua puluh baris tersebut. Misalnya kebiasaan menyapa, pola siapa yang biasanya menjawab lebih dulu, atau jam ramai percakapannya.
  3. Tulis daftar hal yang tidak ikut masuk ke berkasmu, dan sebutkan bagaimana kamu mengetahuinya. Contoh: ada komentar yang menyebut “lanjut japri”, artinya sebagian pembicaraan berlangsung di luar korpusmu.

Periksa sendiri. Latihan ini berhasil bila tidak ada satu pun barisdi berkasmu yang berisi gabungan beberapa komentar dari satu akun, dan bila tiap baris bisa kamu telusuri kembali ke utas asalnya. Kalau kamu menemukan satu akun yang muncul delapan kali di antara dua puluh baris, itu bukan kesalahan — catat saja, karena temuan itu justru mengingatkanmu bahwa jumlah baris bukan jumlah orang.

Bila kamu terjebak

Kalau Pertanyaan Awalmu gugur di ketiga uji sekaligus dan kamu bingung harus mulai dari mana, kerjakan mundur: baca sepuluh komentar dari ruangmu, tulis satu hal yang menarik perhatianmu dari cara mereka menulis, lalu jadikan hal itu pertanyaan. Pertanyaan yang lahir dari data biasanya lolos Uji Unit tanpa perlu diperbaiki.

Slide 1

Aturan main latihan

  • Pakai bahanmu sendiri, bukan kasus forum tadi
  • Siapkan berkas kosong dan satu ruang percakapan
  • Tiga latihan, dikerjakan berurutan
Pastikan tiap peserta sudah punya ruang percakapan sebelum sesi dimulai; sediakan cadangan bagi yang belum.
Slide 2

Latihan 1 — tiga uji

  • Tulis Pertanyaan Awal apa adanya
  • Catat hasil tiap uji: lolos atau gugur, kenapa
  • Tulis Pertanyaan Akhir satu kalimat utuh
Beri waktu 10 menit, lalu minta dua peserta membacakan Pertanyaan Awal dan Akhir mereka.
Slide 3

Empat syarat Pertanyaan Akhir

  • Ada komentar yang bisa jadi buktinya
  • Bahannya sudah tertulis tanpa ditanya
  • Nama ruang tertulis di kalimat
  • Rentang waktu tertulis di kalimat
Ingatkan bahwa gagal satu syarat berarti tulis ulang, bukan tambal di catatan kaki.
Slide 4

Latihan 2 — tiga yang diserahkan

  • Satu prevalensi, satu motif batin, satu normatif
  • Alasan harus soal data, bukan kesulitan teknis
  • Sebut alat penggantinya
Periksa jebakan umum: peserta sering menulis “alasan yang ditulis” di kolom motif batin.
Slide 5

Latihan 3 — nyalakan studio

  • 20 komentar, satu baris satu komentar
  • Kolom konteks: ruang, waktu, utas induk
  • Lensa Etnografi, varian netnografi
Dampingi peserta yang berkasnya masih menggabung komentar per akun; itu kesalahan tersering.
Slide 6

Kalau terjebak

  • Baca sepuluh komentar dari ruangmu
  • Tulis satu hal yang menarik dari cara menulisnya
  • Jadikan hal itu pertanyaan
Tawarkan jalur ini kepada peserta yang tiga ujinya gugur semua; jangan biarkan mereka macet lama.
kuis · 12 menit

Kuis: empat keputusan

Apa yang diuji di sini

Keempat soal berikut bukan soal ingatan. Tidak ada satu pun yang bisa dijawab dengan mencocokkan kata dari unit sebelumnya, dan semuanya memakai kasus yang belum pernah muncul di modul ini. Yang diuji adalah apakah kamu bisa mengambil keputusan yang benar ketika berhadapan dengan situasi baru: pertanyaan yang harus diperbaiki, berkas yang salah bentuk, dan kalimat laporan yang terlalu luas.

Cara mengerjakan

Kerjakan tanpa membuka kembali unit-unit sebelumnya. Bila kamu merasa perlu membukanya, itu justru penanda berguna: berarti ada bagian yang belum menempel, dan sebaiknya kamu ulangi unit kuliah dulu sebelum mengerjakan kuis ini.

Untuk tiap soal, kerjakan dalam urutan berikut. Pertama, baca kasusnya sampai selesai sebelum melihat pilihan jawaban — ini penting, karena membaca pilihan lebih dulu membuatmu memilih berdasarkan mana yang terdengar familier, bukan berdasarkan kasusnya. Kedua, tentukan sendiri apa unit datanya: satu komentar, satu akun, satu orang, atau bukan data teks sama sekali. Ketiga, jalankan tiga uji pada situasi yang disodorkan. Keempat, baru buka pilihan jawaban dan cari yang cocok dengan kesimpulanmu sendiri.

Kalau tidak ada pilihan yang persis cocok dengan kesimpulanmu, jangan langsung menganggap dirimu salah. Baca ulang kasusnya; biasanya ada satu detail yang terlewat — jumlah baris, cara berkas disusun, atau seberapa luas kalimat klaim yang ditulis. Detail semacam itu yang menentukan jawabannya.

Waktu dan cara menilai

Sediakan sekitar dua belas menit untuk empat soal. Kalau satu soal memakan lebih dari empat menit, tandai dan lanjut; kembali lagi setelah tiga soal lain selesai.

Setiap soal punya pembahasan yang menjelaskan dua hal sekaligus: kenapa kunci itu benar, dan kesalahan berpikir apa yang diwakili masing-masing pilihan lain. Bacalah pembahasan lengkapnya walaupun jawabanmu sudah benar. Tiga pilihan yang salah di setiap soal bukan pengecoh asal-asalan — masing-masing adalah kekeliruan yang benar-benar sering terjadi pada analisis percakapan daring, dan mengenalinya di soal jauh lebih murah daripada mengenalinya setelah laporanmu dibaca orang.

Batas kelulusan mandiri

Tiga jawaban benar dari empat berarti kamu siap lanjut ke Modul 2. Dua atau kurang berarti ada satu uji yang belum kamu pegang — periksa pembahasan soal yang salah, kenali uji mana yang gagal kamu terapkan, lalu ulangi Latihan 1 pada topik yang berbeda sebelum melanjutkan.

Setelah kuis

Simpan lembar jawabanmu bersama Pertanyaan Akhir dari Latihan 1 dan daftar tiga pertanyaan dari Latihan 2. Ketiga berkas itu adalah bekal yang kamu bawa ke modul berikutnya, dan kamu akan diminta membukanya kembali di sana.

Slide 1

Yang diuji

  • Keputusan pada kasus baru, bukan ingatan
  • Tidak ada jawaban yang bisa dicocokkan
  • Empat soal, sekitar dua belas menit
Sampaikan aturan waktu di awal; jangan tampilkan soal sebelum peserta selesai membaca petunjuk.
Slide 2

Urutan mengerjakan

  • Baca kasus sampai selesai dulu
  • Tentukan sendiri unit datanya
  • Jalankan tiga uji
  • Baru buka pilihan jawaban
Tekankan poin pertama; peserta yang membaca opsi lebih dulu cenderung memilih yang familier.
Slide 3

Kalau tidak ada yang cocok

  • Baca ulang kasusnya
  • Cari detail yang terlewat
  • Jumlah baris, bentuk berkas, luas klaim
Jangan memberi petunjuk tambahan di sini; biarkan peserta menemukan detailnya sendiri.
Slide 4

Setelah selesai

  • Tiga dari empat: lanjut ke Modul 2
  • Dua atau kurang: ulangi Latihan 1
  • Baca semua pembahasan, termasuk yang benar
Ingatkan peserta menyimpan lembar jawaban bersama hasil Latihan 1 dan Latihan 2.

1. Seorang peneliti punya 3.812 komentar dari sebuah utas publik tentang stasiun kereta yang berkali-kali terendam saat hujan deras. Pertanyaan yang ia bawa: “Mengapa penumpang tetap memilih kereta itu meskipun sering terganggu?” Apa langkah yang tepat?

2. Empat calon pertanyaan riset berikut diajukan untuk sebuah studi tentang pemilik warung dan pembayaran digital. Mana yang unit datanya adalah satu komentar atau satu unggahan?

3. Seorang peserta memuat 500 komentar ke studio kualitatif pada lensa Etnografi varian netnografi. Ternyata berkasnya disusun begini: satu baris berisi satu akun, dan seluruh komentar akun itu digabung ke dalam satu sel. Apa akibat paling serius dari susunan ini?

4. Setelah mengodekan 1.204 unggahan dari satu grup publik tentang makanan pendamping ASI, draf laporan berbunyi: “Ibu di Indonesia meyakini bahwa makanan instan tidak layak diberikan kepada bayi.” Revisi mana yang benar-benar memperbaiki masalahnya?

rangkuman · 8 menit

Rangkuman dan daftar periksa sebelum Modul 2

Yang sudah kamu pelajari

Satu gagasan menopang seluruh modul ini: korpus mencatat jejak, bukan orang. Yang masuk ke studio adalah potongan kalimat yang seseorang pilih untuk ditulis, pada waktu tertentu, di ruang tertentu, sebagai tanggapan atas sesuatu. Jejak itu tidak lengkap, tidak netral, tidak berdiri sendiri, dan tidak bisa ditanya balik. Dari empat sifat itulah semua aturan berikutnya mengalir.

Tiga uji menyaring calon pertanyaanmu. Uji Unit menanyakan apakah jawabannya bisa ditunjuk pada satu komentar atau satu unggahan. Uji Jejak menanyakan apakah bahannya sudah tertulis tanpa kamu bertanya, atau baru lahir kalau ditanyakan. Uji Batas menanyakan sampai mana klaimmu berlaku, dan menuntut nama ruang percakapan serta rentang waktu ditulis di dalam kalimat pertanyaannya sendiri.

Tiga keluarga pertanyaan kamu serahkan ke alat lain. Prevalensi — berapa banyak, berapa persen — karena penulis di sebuah ruang bukan sampel acak dan pembaca yang diam tidak meninggalkan baris; alatnya survei. Motif batin — apa yang sesungguhnya dirasakan atau diniatkan — karena korpus menyimpan kata yang ditulis untuk dibaca orang lain, bukan isi kepala; alatnya wawancara. Perhatikan bahwa alasan yang ditulis tetap bisa kamu analisis, asal disebut apa adanya. Normatif — apa yang sebaiknya dilakukan — karena keputusan bertumpu pada pertimbangan nilai dan bukti di luar teks; temuanmu bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan, bukan kesimpulannya.

Pada kasus forum Dapur Rumahan Nusantara (2.146 komentar dari 37 utas, 1–31 Maret 2026), kamu melihat Pertanyaan Awal gugur di ketiga uji, lalu ditulis ulang menjadi pertanyaan tentang bentuk beban yang disebut penulis dan kata yang dipakai untuk menamainya. Tiga kutipan langsung menghasilkan tiga kode awal: T1 margin tergerus, T2 beban menjelaskan ke pelanggan, dan T3 biaya yang telanjur keluar.

Di studio kualitatif Risos, memilih lensa Etnografi varian netnografi menyalakan tiga hal: unit baris dikunci ke satu komentar atau satu unggahan; kolom konteks berupa ruang percakapan, waktu tulis, dan utas induk ikut dibawa; serta panel catatan lapangan berdampingan dengan korpus. Tiga hal tidak ikut masuk: orang yang membaca tapi tidak menulis, percakapan yang pindah ke pesan pribadi, dan fakta di luar teks. Studio bekerja pada berkas yang kamu muat; ia tidak pergi mengambil data tambahan sendiri.

Lima salah paham yang paling sering menjatuhkan analisis juga sudah diluruskan: korpus besar tidak menjadi mewakili, label sentimen bukan laporan perasaan, netnografi bukan sekadar mengunduh lalu menghitung, satu baris bukan satu orang, dan pertanyaan yang gugur di uji bukan pertanyaan jelek — ia hanya salah alat.

Daftar periksa mandiri

Centang tiap butir dengan jujur. Butir yang belum tercentang menunjukkan persis bagian mana yang perlu kamu ulangi.

  • [ ] Aku punya satu Pertanyaan Akhir tertulis, dan unit datanya adalah satu komentar atau satu unggahan.
  • [ ] Aku bisa menyebutkan satu komentar yang akan menjadi bukti bagi pertanyaan itu.
  • [ ] Nama ruang percakapan tertulis di dalam kalimat pertanyaanku, bukan di catatan terpisah.
  • [ ] Rentang waktunya tertulis di dalam kalimat pertanyaanku.
  • [ ] Aku punya daftar berisi tiga pertanyaan yang tidak akan kujawab dengan korpus — satu prevalensi, satu motif batin, satu normatif.
  • [ ] Untuk tiap pertanyaan dalam daftar itu, alasanku menyebut sesuatu tentang data, bukan tentang kesulitan teknis.
  • [ ] Untuk tiap pertanyaan dalam daftar itu, aku sudah menuliskan alat penggantinya.
  • [ ] Aku sudah membuka studio kualitatif pada lensa Etnografi varian netnografi, dan berkasku tersusun satu baris untuk satu komentar.
  • [ ] Berkasku memuat kolom konteks: ruang percakapan, waktu tulis, dan utas induk.
  • [ ] Aku sudah menulis apa yang tidak ikut masuk ke korpusku, dan menyimpannya sebagai calon bagian keterbatasan.
  • [ ] Aku menjawab benar minimal tiga dari empat soal kuis.

Yang kamu bawa ke Modul 2

Siapkan tiga berkas: Pertanyaan Akhir dari Latihan 1, daftar tiga pertanyaan dari Latihan 2, dan berkas dua puluh komentar dari Latihan 3 beserta catatan lapangannya. Modul berikutnya berangkat dari ketiganya, dan akan terasa jauh lebih mudah kalau Pertanyaan Akhirmu sudah benar-benar lolos ketiga uji. Kalau ada satu butir daftar periksa yang belum tercentang, selesaikan itu dulu — memperbaiki pertanyaan sekarang jauh lebih murah daripada memperbaikinya setelah ribuan komentar telanjur dikodekan.

Slide 1

Gagasan penopang

  • Korpus mencatat jejak, bukan orang
  • Jejak: tidak lengkap, tidak netral
  • Tidak berdiri sendiri, tidak bisa ditanya balik
Ulangi kalimat kuncinya sekali lagi; ini kalimat yang paling ingin diingat peserta minggu depan.
Slide 2

Tiga uji

  • Uji Unit — bisakah ditunjuk pada satu komentar
  • Uji Jejak — sudah tertulis atau baru ada bila ditanya
  • Uji Batas — ruang mana, periode kapan
Minta peserta menyebutkan ketiganya tanpa melihat catatan sebelum slide berikutnya ditampilkan.
Slide 3

Tiga keluarga dan alatnya

  • Prevalensi — survei
  • Motif batin — wawancara
  • Normatif — pertimbangan nilai dan bukti lain
Ingatkan pembeda halus: alasan yang ditulis tetap bisa dianalisis dari korpus.
Slide 4

Studio: yang menyala

  • Unit baris dikunci ke satu komentar
  • Kolom konteks: ruang, waktu, utas induk
  • Panel catatan lapangan berdampingan korpus
Tampilkan bersama slide berikutnya bila waktu sempit; keduanya saling melengkapi.
Slide 5

Studio: yang tidak masuk

  • Pembaca yang tidak menulis
  • Percakapan yang pindah ke pesan pribadi
  • Fakta di luar teks; mesin tidak menambah data
Kaitkan ke bagian keterbatasan laporan; peserta sering menundanya sampai terlambat.
Slide 6

Daftar periksa mandiri

  • Satu Pertanyaan Akhir dengan ruang dan waktu
  • Tiga pertanyaan yang diserahkan ke alat lain
  • Berkas satu baris satu komentar
  • Minimal tiga dari empat soal benar
Beri waktu lima menit untuk mencentang; jangan lanjut sebelum peserta selesai mengisi.
Slide 7

Bekal ke Modul 2

  • Pertanyaan Akhir dari Latihan 1
  • Daftar tiga pertanyaan dari Latihan 2
  • Dua puluh komentar dan catatan lapangannya
Sebutkan bahwa ketiga berkas ini dibuka kembali di pertemuan berikutnya; minta peserta menamainya jelas.